CMSE 2020: Ini Saham-Saham yang Diproyeksi Menguntungkan untuk Investasi di Tahun Depan

0
13
CMSE 2020: Ini Saham-Saham yang Diproyeksi Menguntungkan untuk Investasi di Tahun Depan
CMSE 2020: Ini Saham-Saham yang Diproyeksi Menguntungkan untuk Investasi di Tahun Depan

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Seiring dengan terjadinya pemulihan pertumbuhan ekonomi global, termasuk dalam negeri, sejumlah saham dari berbagai sektor menurut analis, bisa menjadi lahan investasi di tahun depan.

Seperti disampaikan Direktur PT Anugrah Mega Investama, Hans Kwee dalam sesi webinar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020, Kamis (22/10/2020), ia memproyeksikan bahwa likuiditas global masih dalam tren peningkatan pada 2021 seiring dengan banyak stimulus baik moneter maupun fiskal yang akan terus digelontorkan pada tahun depan untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi yang terganggu pandemi Covid-19.

Menurutnya, sentimen itu akan menjadi katalis positif bagi harga komoditas dan berpotensi menyulut saham-saham sektor komoditas.

“Apalagi, ada sentimen global green energy dan pembentukan Indonesia Battery Holding, itu sangat menjanjikan sehingga saham INCO, ANTM, TINS, dan saham emiten yang memiliki portfolio nikel lainnya bagus pada 2021,” ujarnya

Tidak hanya komoditas mineral, menurut Hans, batu bara dan minyak pun diproyeksi akan ikut tersulut harganya, sehingga saham ADRO, PTBA, dan ITMG akan menarik pada 2021.

Selain itu, kebijakan moneter yang longgar juga akan membuat suku bunga acuan rendah dan menguntungkan saham sektor properti, terutama BSDE, CTRA, SMRA, dan PWON.

Namun dari semua itu, lanjut Hans, proses pemulihan ekonomi tentu akan membawa dampak positif terhadap sektor keuangan, karena biasanya, dalam pemulihan ekonomi sektor keuangan yang akan sembuh terlebih dahulu dari sektor lainnya,

“karena itu, saham-saham perbankan seperti BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI, bisa menjadi saham pilihan pada 2021,” terangnya.

Sementara itu, Direktur CSA Institute, Aria Santoso menjelaskan bahwa komoditas minyak sawit atau crude palm oil (CPO) juga akan menikmati tren kenaikan harga bersama dengan komoditas lainnya pada tahun depan. Hal itu juga akan membuat emiten sektor perkebunan berpotensi cemerlang pada 2021.

“Eropa tampaknya belum mampu sepenuhnya menggantikan palm oil, apalagi saat pandemi ini kawasan itu tidak begitu cepat memindahkan penggunaan palm oil ke minyak nabati lainnya. Khususnya pada 2021, sentimen itu bisa diperhatikan untuk emiten CPO juga bisa dimanfaatkan,” papar Aria.

Arya juga mengungkapkan, secara jangka panjang saham sektor infrastruktur, khususnya di telekomunikasi, juga masih akan menarik dan akan melanjutkan kinerja baiknya pada 2021. Dan secara spesifik, Aria menjagokan saham TLKM, karena menilai emiten itu lebih tahan banting dibandingkan dengan emiten lainnya di tengah banyaknya tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19. (JM01)