
Permintaan yang kuat dapat dilihat melalui transaksi penjualan Crown Group yang mencapai Rp. 280 milyar pada bulan Oktober, dimana 75% terjual kepada investor.
Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards mengkonfirmasi ini sebagai lonjakan terbesar pembelian yang dilakukan oleh investor yang pernah mereka lihat dalam tiga tahun, dan diharapkan dapat mencapai Rp 400 milyar dalam penjualan pada bulan November.
Semua apartemen yang terjual pada bulan Oktober adalah unit apartemen dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi dengan tujuan sebagai unit sewaan.
Baca juga : Ini Enam Arahan Presiden Cegah Lonjakan Kasus COVID-19 pada Libur Nataru
“Peningkatan penjualan yang tiba-tiba ini menandakan kembalinya investor ke pasar Sydney yang sebelumnya lebih sepi dari biasanya, mungkin karena Lock Down dan penutupan perbatasan internasional,” ujarnya.
Kesenjangan harga antara apartemen dan rumah, lanjut Prisca, semakin kecil dan rata-rata harga sewa apartemen mengalami kenaikan. Pengetatan pasar sewa ini mendorong pertumbuhan pembeli investor. Banyak profesional muda, dan bahkan keluarga, terpaksa untuk menyewa karena harga rumah saat ini terlalu mahal.
“Suku bunga yang rendah saat ini menarik investor, dan regulator perbankan tampaknya belum mencoba menenangkan pasar perumahan yang terus booming di masa mendatang,” tambahnya.
Pembelian properti off-the-plan menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor dengan potensi pengembalian yang besar, menurut banyak pengamat pasar.
Baca juga : Teh Indonesia Senilai Rp 57 Miliar Siap Banjiri Pasar Malaysia
“Kami melihat ini sebagai waktu yang tepat bagi investor untuk membeli properti, terutama di sektor apartemen khususnya off-the-plan karena para ekonom memperkirakan lonjakan harga hunian sebesar 15% untuk beberapa pasar di kot-kota besar pada akhir tahun depan,” terang Prisca.
Halaman selanjutnya: Waterfall by Crown Group













