
Dalam pelaksanaannya, Airlangga menekankan pentingnya pengawasan dan pemantauan pada masing-masing KEK yang baru disetujui ini.
“Untuk memastikan keberlangsungan dan perkembangan KEK, kami menekankan pentingnya melakukan monitoring pada KEK untuk memantau realisasi investasinya. Saya minta ke depannya Pemerintah dan Pemerintah Daerah memonitor realisasi investasi tersebut,” ujar Airlangga.
Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono juga menegaskan perlunya transfer pengetahuan dari Dokter Asing ke Dokter Indonesia untuk perkembangan pengetahuan.
“Kita harus antisipasi supaya ada transfer of technology dari Apollo India ke dokter-dokter kita. Sehingga nanti bisa ada pemutakhiran pengetahuan dan budaya kerja dari dokter-dokter kita,” ujar Dante.
BACA JUGA : Tingkatkan Kualitas SDM ASN, Pemprov Jatim Tandatangani Perjanjian Kerjasama Dengan 12…
Selanjutnya usulan Ketiga, KEK di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dengan hilirisasi nikel berbasis green industry. KEK ini memiliki target investasi hingga beroperasi penuh sebesar Rp135, 38 Triliun dengan serapan tenaga kerja 136.000 orang. KEK yang diusulkan oleh PT Anugrah Tambang Industri tersebut bergerak di bidang produksi dan pengolahan nikel dengan keunggulan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PTLGU), teknologi Fully Enclosed Submerged Electric Furnace, daur ulang limbah tailing proses High Pressure Acid Leaching (HPAL), hilirisasi Nickel Matte dan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) untuk menjadi prekursor baterai mobil listrik, serta pasokan air baku dengan pembangunan waduk & bandungan.
Senada dengan Airlangga, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan menjelaskan bahwa pembangunan KEK dapat menjadi pemantik perubahan.
Halaman selanjutnya: KEK ini memang sangat dibutuhkan…….














