Fakultas Vokasi Unair Beri Pelatihan Pemasaran Daring dan Pengelolaan Keuangan UMKM

0
11
Fakultas Vokasi Unair Beri Pelatihan Pemasaran Daring dan Pengelolaan Keuangan UMKM
Fakultas Vokasi Unair Beri Pelatihan Pemasaran Daring dan Pengelolaan Keuangan UMKM

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Pandemi Covid-19 yang telah mewabah di Indonesia lebih dari 10 bulan, dan telah menyebabkan resesi ekonomi secara nasional hingga minus 3,49 persen di kuartal III pada tahun 2020. Kondisi ini melanjutkan laju ekonomi di kuartal II yang tercatat minus 5,32 persen.

Covid-19 selain mempengaruhi pendapatan bisnis besar juga mempengaruhi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akibat turunnya daya beli konsumen hingga strategi konvensional UMKM yang belum siap untuk menghadapi krisis.

Hal ini juga terjadi bagi para pelaku UMKM di desa Watudandang Kabupaten Nganjuk. Dimana mereka masih mengandalkan strategi pemasaran dengan membuka gerai maupun menitipkan produknya di gerai, sehingga akibat dari kebijakan protokol kesehatan menyebabkan calon konsumen tidak mengunjungi gerai-gerai tersebut, dan produk UMKM tidak dilirik di masa pandemi ini.

Fakultas Vokasi Unair Beri Pelatihan Pemasaran Daring dan Pengelolaan Keuangan UMKM
Fakultas Vokasi Unair Beri Pelatihan Pemasaran Daring dan Pengelolaan Keuangan UMKM

Kebijakan pemerintah untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Physical Distancing mempengaruhi model bisnis yang berubah dari konvensional menjadi digitalisasi dengan mengubah model jual beli dengan memanfaatkan teknologi.

Baca juga : UNAIR Bagi Sejuta Masker dan Beri Penghargaan di Momen Hari Pahlawan

Kondisi inilah yang mendorong dosen dan mahasiswa di Departemen Bisnis Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) untuk memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM di desa Watudandang agar dapat segera bangkit dari krisis ekonomi, dengan beralih ke model pemasaran produk secara daring.

Tim yang terdiri dari Yanuar Nugroho, S.E., M.Sc., Ak., CA., ACPA., AWP. (Dosen Akuntansi), Phima Ruthia Dwikesumasari, S.E., MSM. (Dosen Manajemen Pemasaran) Bani Alkausar, S.Pn., M.S.A (Dosen Perpajakan) dan mahasiswa-mahasiswa Fakultas Vokasi Unair ini, dilakukan secara blended (daring dan luring).

Beberapa pendampingan yang dilakukan, menurut Phima Ruthia, diantaranya adalah memberikan pendampingan prosedur pengelolaan keuangan, pemasaran produk secara daring, hingga prosedur perpajakan secara daring untuk meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia di UMKM selama 3 bulan.

“Pelaku UMKM diberikan pelatihan secara daring tentang strategi pemasaran secara digital,” terangnya.

Baca juga : BIN Berikan Sejumlah Alat Kesehatan ke Unair untuk Tangani Covid-19

Mungkin hal ini nampaknya biasasaja. Namun dalam program ini pelaku UMKM diberikan wawasan tentang perilaku konsumen dalam mencari produk yang diharapkan.

“Pelaku UMKM diberikan pelatihan tentang bagaimana menulis caption, hashtag, dan peran like maupun comment agar mudah dicari oleh konsumen dan meningkatkan trust building hingga menentukan waktu yang tepat untuk posting di akun medsos agar sesuai dengan “jam hidup” segmentasi konsumennya,” tambah Yanuar Nugroho.

Mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan ini untuk memantau dan mendampingi secara luring tentang teknik pencatatan keuangan dan pemasaran daring sehingga secara implikatif mahasiswa dapat mempelajari dan mengatasi masalah keuangan dan pemasaran hingga aspek perpajakan yang akan dijalankan.

Yanuar Nugroho juga mengklaim bahwa kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kompetensi pelaku UMKM dalam menelaah laba dan rugi secara lebih tepat, sehingga memberikan gambaran/pandangan bagi para pelaku UMKM untuk membuat kebijakan tentang jalannya operasi usaha mereka.

Baca juga : Bidang Kesehatan UNAIR Masuk Top 100 Dunia

“Yang pasti, para pelaku UMKM akan mengetahui cara melakukan prosedur pencatatan akuntansi yang benar sesuai dengan standar yang berlaku agar tidak ada salah saji informasi dan salah membaca informasi sehingga dapat memisahkan antara kas usaha dan kas pribadi yang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan gulung tikarnya suatu usaha kecil dan menengah,” tambahnya. (JM01)