
Pikiran-pikiran mahasiswa yang masih idealis dan orisinil inilah, menurut Khofifah, yang harus mampu ditangkap dan diterjemahkan melalui rumusan pembangunan dan kebijakan di Jawa Timur, yang nantinya bisa dibawa kepada rumusan pembangunan di tingkat nasional.
Khofifah menyebutkan bahwa transformasi pemanfaatan energi fosil seperti Minyak dan Gas Bumi dapat beralih menuju energi bersih yaitu EBT. Artinya, diharapkan dapat bersumber dari Sumber Daya Energi Baru Terbarukan seperti Matahari (Surya), Biomassa, Biogenik, gelombang laut, geothermal/Panas Bumi, Pertambangan (Lithium, Nikel untuk baterai kendaraan listrik, dan Radioaktif).
“Pembangunan EBT di Jatim terus berjalan dan diupayakan se maksimal mungkin guna mendukung terciptanya iklim yang sehat ketika Sumber Daya Alam yang ada selama ini dirasa harus diperbaharui,” tegasnya.
Baca juga : FKH UNAIR Bentuk Tim Tangani Wabah PMK di Jatim
Di bidang transisi ekonomi, Khofifah menawarkan kepada para mahasiswa untuk dapat memanfaatkan banyak jejaring dan akses dan pemanfaatan UMKM antara lain melalui Kampus Shopie UMKM kerjasama Pemprov Jatim dengan Shopie yang ada di Malang.
“Nantinya di Kampus Shopie Malang, para Mahasiswa akan dikenalkan dan diajarkan sekaligus dilatih cara berwirausaha secara digital mulai dari pengemasan hingga penjualan produk secara menarik,” ungkapnya.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim terpilih, Syahrul Ihza Mahendra, menyampaikan bahwa fenomena EBT saat ini menjadi isu penting yang menjadi perhatian semua pihak. Pengawalan isu ini menjadi krusial bagi mahasiswa untuk bersama-sama mengetahui segala perkembangan EBT di Jatim.
Menurutnya, mahasiswa melihat banyaknya potensi Sumber Daya Alam di Jatim yang kaya akan potensi EBT seperti geothermal atau panas bumi, tenaga surya, air maupun tenaga angin bisa menjadi tolak ukur pengembangan EBT di Jatim.
Baca juga : Petani Kopi Wonosalam Binaan BI Jatim Tembus Pasar Ekspor
Peran mahasiswa, kata dia, diharapkan dapat mengawal dan merealisasikan agar pelaksanaannya tepat guna dan memiliki ketermanfaatanya bagi hajat hidup masyarakat banyak.
“Harapannya mahasiswa Jatim turut berperan aktif dan konsisten dalam membantu pengembangan rencana kerja EBT sehingga memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Syahrul. (JM01)













