Gubernur Khofifah Resmikan Laboratorium AMR di BBLK Surabaya

0
14
Gubernur Khofifah Resmikan Laboratorium AMR di BBLK Surabaya
Gubernur Khofifah Resmikan Laboratorium AMR di BBLK Surabaya

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Matthew Downing meresmikan Laboratorium Anti Microbacterial Resistance (AMR) di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Selasa (11/10/2022).

Menyambut gembira adanya Laboratorium AMR, Khofifah mengatakan bahwa fasilitas ini menjadi penguat layanan kesehatan di Jawa Timur yang berseiring dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yakni reformasi sistem kesehatan nasional.

“Pada posisi inilah Laboratorium AMR semakin menguatkan kualitas layanan kesehatan baik di Jawa Timur dan Nasional. Baik dari sisi alat dan peningkatan kapasistas SDM kesehatannya,” ungkap Gubernur Khofifah dihadapan awak media.

Sebagaimana diketahui Laboratorium AMR ini merupakan hasil kerjasama antara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Inggris bersama Kementerian Kesehatan RI dalam pengendalian Anti Microbacterial Resistance (AMR) di Indonesia.

Melalui hibah dari The Fleming Fund, pendirian laboratorium ini diharapkan akan meningkatkan kemampuan negara dalam mengidentifikasi dan mendiagnosis infeksi resisten obat dengan titik berat pada infeksi bakteri. Serta untuk memperbaiki data surveilans agar dapat digunakan untuk menentukan kebijakan tingkat nasional dan internasional.

Baca juga : Jatim Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) 3 Tahun Berturut-turut

Lebih lanjut, pengendalian Anti Microbacterial Resistance (AMR) atau resistensi antibiotik akibat mikroba dinilai penting pada saat ini karena terbukti menjadi pandemi senyap yang berbahaya.

Bahkan data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa setiap tahunnya sebanyak 1,27 juta orang meninggal dunia karena infeksi akibat resisten terhadap obat antibiotik. Di tahun 2050, resistensi antimikroba diprediksi akan menjadi pembunuh nomor satu di dunia.

Diprediksi bahwa di masa depan, resistensi antimikroba menyumbang tingkat kematian yang akan mencapai 10.000.000 jiwa per tahun. Dan akan menyumbang kematian tertinggi terjadi di kawasan Asia.

Halaman selanjutnya: Guna mencegah prediksi itu menjadi nyata….