Gubernur Khofifah Siapkan Rp 10 Milyar Untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir Puger Jember

0
0
Gubernur Khofifah Siapkan Rp 10 Milyar Untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir Puger Jember
Gubernur Khofifah Siapkan Rp 10 Milyar Untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir Puger Jember

Jember, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Pantai Puger Kabupaten Jember, guna mengikuti kegiatan ‘Beach Clean Up’ atau bersih-bersih pantai yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.

Mengambil tema ‘Masyarakat Pesisir Berdaya, Sehat dan Bangkit’, Gubernur Khofifah menyampaikan, kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan upaya yang digalakkan oleh Pemprov Jatim untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan khususnya keversihan pantai dan pesisir.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan sinergitas antar semua instansi baik Pemkab Jember, Pemprov Jatim hingga Pemerintah Pusat dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pelabuhan perikanan Puger. Peran aktif masyarakat menjadi hal sangat penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Khofifah.

Gubernur Khofifah Siapkan Rp 10 Milyar Untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir Puger Jember
Gubernur Khofifah Siapkan Rp 10 Milyar Untuk Infrastruktur Kawasan Pesisir Puger Jember

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi yang menyediakan lebih dari 500 dosis vaksin Sinovac bagi masyarakat pesisir dan nelayan di kawasan Puger.

Baca juga : Jatim Tanggap Covid-19, Gubernur Khofifah Raih Kepala Daerah Inovatif 2021 Kategori…

Selain itu, pada kunjungan kerja tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan hibah peralatan untuk melaut dan budidaya, serta mengolah hasil perikanan bagi masyarakat pesisir di wilayah Pantai Puger Jember.

Hibah tersebut antara lain 200 paket sembako secara simbolis dan upah harian petugas kebersihan untuk 60 orang selama dua hari, masing-masing Rp 300.000, yang diberikan secara simbolis kepada 5 orang. Selain itu beberapa bantuan hibah alat juga diberikan, antara lain Grill Net 82 unit kepada KUB Akar Laut, Trammel Net sebanyak 64 unit kepada KUB Jaring Sutra, alat pengolahan Ikan kepada 2 kelompok yaitu Poklahsar Ekonomi Puger Bahri dan Poklahsar Ar-rohmah.

Selain itu bantuan Hibah budidaya Udang juga diberikan kepada Pokdakan Ulam Makmur, serta hibah bahan praktek dan percontohan Budidaya Air Tawar melalui Bimtek budidaya ikan air tawar kepada 29 kelompok, yang diberikan secara simbolis.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim akan memberikan support dalam bentuk bantuan  keuangan (BK) guna tambahan infrastruktur di kawasan Puger Jember. Hal tersebut senada dengan permintaan Bupati Jember, agar disediakan docking kapal serta breakwater  bagi kebutuhan para nelayan agar tidak khawatir terhadap pasang surut air laut.

Baca juga : Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif Jawa Timur Diatas Rerata Nasional

“Hari ini saya minta Pak Bupati Jember untuk menyampaikan proposal  RAB untuk  pengembangan infrastruktur kawasan Puger, bantuan sebesar Rp 10 Milyar, untuk mendirikan Docking Kapal dan tambahan break water. Saya minta segera koordinasikan dengan Kadishub dan  Kadiskanla bersama dengan tim teknis dari Bupati Jember,” ujar Khofifah.

Disisi lain, Gubernur Khofifah menambahkan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, sektor yang tidak mengalami kontraksi ialah sektor pertanian dan perikanan. Khofifah berharap, kegiatan pembersihan sampah di pesisir  laut tersebut tidak hanya dilakukan pada saat tertentu saja, melainkan menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh masyarakat Puger dan umumnya Jawa Timur.

“Potensi ini akan bisa menjadi tumbuh kembang, karena bisa menjadi destinasi yang indah di kawasan Puger ini,” pungkas Khofifah.

Senada yang disampaikan Khofifah, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jatim kepada masyarakat khususnya di wilayah Puger. Dirinya menambahkan, kebutuhan akan Docking Kapal bagi nelayan Puger menjadi hal terpenting. Menurutnya, saat ini kondisi nelayan yang memiliki kapal,apabila air laut pasang haruslah menarik kapal tersebut ke daratan.

Baca juga : EJAVEC 2021 Tekankan Pentingnya Riset dan Inovasi Bagi Kebijakan

“Kami berharap dengan adanya tempat kapal bersandar (docking kapal), kualitas ikan juga menjadi lebih baik karena tidak harus menyentuh tanah melainkan bisa langsung ke dermaganya,” kata Hendy.

Selain ‘Beach Clean Up’, ada  beberapa program yang telah dicanangkan oleh Diskanla Jatim  antara lain ialah program revitalisasi pelabuhan perikanan, pemulihan sumbedaya ikan melalui ‘Underwater Restocking’, pemberian bantuan hibah alat penangkapan ikan, penguatan produksi budidaya laut serta peningkatan daya saing produk hasil olahan UMKM. (JM01)