
“Beberapa banjir sebelumnya seperti di Gempol, Jombang dan Nganjuk juga karena menumpuknya sampah sehingga untuk mengurainya perlu alat berat. Oleh karena itu, relawan jogo kali diperlukan karena passion dan hatinya mereka ada dalam proses penjagaan dan pengawalan supaya sungai kita bersih dan jangan sampai sungai dijadikan tempat pembuangan sampah,” tegasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, dalam mengatasi masalah banjir ini diperlukan pendekatan pentahelix (pentahelix approach), yakni dengan melibatkan pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, serta masyarakat termasuk para relawan. Pendekatan pentahelix ini dipandang penting karena permasalahan banjir ini membutuhkan perhatian semua pihak.
Baca juga : Ini Tiga Visi Besar Presiden Jokowi untuk Inovasi dan Teknologi
“Untuk itu saya minta tolong teman-teman media menyampaikan pesan bahwa memang sungai ini harus dijaga. Termasuk ikut mengajak para relawan jogokali. Kemudian untuk sampah yang berasal dari material gunung misalnya, akan segera dilakukan antisipasinya komprehensif,” pungkasnya.
Dalam kunjungan ini, selain meninjau posko pengungsian dan juga dapur umum, Khofifah juga menyerahkan bantuan yakni Bronjong 20 lembar, Glangsing 2000 pcs, Terpal 10 lembar, jumbo bag 30 pcs, Velbad 5 unit, chainsaw 1 unit, dan pemotong dahan 2 unit. Serta paket kebersihan 20 paket, hand sanitizer 20 liter, APD 10 pcs, sprayer 5 unit, lauk pauk 60 paket, tambah gizi 60 paket, dan paket sembako 100 paket. (JM01)














