
Pembelian CPO dan produk turunannya oleh Tiongkok, lanjut Mendag, tidak akan mengganggu stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri sehingga kebutuhan minyak goreng tetap terpenuhi.
“Pemenuhan regulasi dalam negeri tetap diberlakukan. Skema Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) bagi produsen minyak goreng dan industri CPO masih tetap dipertahankan untuk menjamin suplai bahan baku minyak goreng tetap stabil,” tambahnya.
Pada Januari—Agustus 2022 ekspor produk kelapa sawit dan turunannya Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 3,6 miliar. Bagi Indonesia, Tiongkok merupakan merupakan salah satu pasar tujuan ekspor utama produk kelapa sawit Indonesia.
BACA JUGA : Livin’ by Mandiri Kini Bisa Diakses WNI di 118 negara
Berdasarkan data Badan Pusat statistik yang diolah Kementerian Perdagangan, volume ekspor produk kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia ke Tiongkok pada 2021 mencapai 6,6 juta ton. Nilai ini meningkat 14,17 persen dari tahun sebelumnya.
Pada 2021 nilai ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 6,06 miliar, melonjak 82,87 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya harga komoditas CPO dunia dalam setahun terakhir.
Untuk sektor produk perikanan, Indonesia berada di peringkat ke-13 sebagai eksportir produk kelautan dan perikanan dengan pangsa ekspor 2,85 persen pada tahun 2021. Sedangkan, Tiongkok menjadi negara eksportir perikanan utama di dunia dengan pangsa ekspor 9,70 persen.
Pada periode Januari—Agustus 2022 nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai USD 687,04 juta. Nilai tersebut meningkat 33 persen dari periode sama tahun sebelumnya. Sementara pada 2021, ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai 424,67 ribu ton dengan nilai sebesar USD 879,24 juta.
Total perdagangan Indonesia dan Tiongkok pada 2021 mencapai USD 109,99 miliar, atau tumbuh 54 persen dibandingkan 2020. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok yaitu batu bara, besi baja, kelapa sawit, bubur kayu, serta produk kimia.
BACA JUGA : BPSK Surabaya Temui KPPU di Kanwil IV untuk Berkolaborasi Kawal Perlindungan…
Hadir secara virtual pada acara ini Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, Wakil Menteri dan Deputi Perdagangan Internasional Tiongkok Wang Shouwen, serta Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Lu Kang. Sementara hadir secara fisik Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Merry Maryati dan Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Farid Amir, serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Perindustrian. (JM01)














