Ingin Lancar Urusan Kesehatan, Harus Punya Kartu BPJS Kesehatan dan Pintar Memilih Faskes

0
17
Ingin Lancar Urusan Kesehatan, Harus Punya Kartu BPJS Kesehatan dan Pintar Memilih Faskes
Ingin Lancar Urusan Kesehatan, Harus Punya Kartu BPJS Kesehatan dan Pintar Memilih Faskes

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Hidup sehat selalu, tentu menjadi dambaan setiap orang. Tidak terkecuali bagi Margaretha Anita Dewi Nastiti, seorang guru di Surabaya Barat. Menjadi guru adalah panggilan hati yang tidak bisa dilepaskan oleh Dewi, panggilan akrabnya.

“Menjadi guru tentu membutuhkan kesehatan yang selalu harus prima, apalagi saya sebagai guru SD (sekolah dasar) yang muridnya cukup rentan terimbas kalau gurunya sakit,” terangnya pada jatimmedia.com.

Karena itu, lanjut Dewi, ia merasa harus selalu sehat dan gak boleh sakit. Ini pula yang melandasi Dewi untuk ikut menjadi peserta BPJS Kesehatan sekitar 4 tahun yang lalu, karena ia memahami bahwa biaya berobat itu cukup mahal, apalagi untuk ukuran seorang guru SD.

“Dengan memiliki kartu BPJS Kesehatan, saya sangat terbantu karena masalah kesehatan sudah bukan lagi menjadi hal yang menakutkan,” terang Dewi.

Selama menjadi peserta BPJS Ksehatan, Dewi mengaku sudah 3 kali menggunakan kartunya untuk melakukan cek kondisi badan, kepala pusing yang parah serta panas dingin.

“Selama jadi peserta, saya juga menggunakan jasa pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan. Ya memang bukan penyakit berat, tapi karena relative tanpa biaya, jadi ya sangat membantu,” tambahnya.

Namun demikian, Dewi juga mengakui bahwa meski pelayanan kesehatan menggunakan BPJS sangat baik, namun memilih faskes (fasilitas kesehatan tingkat pertama – FKTP, red) yang tepat juga menjadi hal yang sangat penting.

Dewi kemudian menceritakan bahwa ia pernah mendapat cerita dari salah satu rekan kerjanya bahwa ia beberapa kali kecewa dengan pelayanan yang dilakukan salah satu faskes mitra BPJS Kesehatan yang pelayanannya sangat tidak professional. Dan setelah minta pindah faskes lain, baru pelayanannya bagus.

“Karena itu, saya menyarankan untuk masyarakat yang menjadi dan atau ingin menjadi peserta BPJS Kesehatan, perlu melakukan cek terhadap faskes pertama yang akan dipakai sebagai dasar rujukan. Jadi jangan hanya karena dekat, tetapi carilah yang dekat rumah, tapi bagus pelayanannya,” terang Dewi.

Dewi sendiri mengaku bahwa ia bersyukur karena faskes yang dipilih cukup baik dan cepat dalam menangani pasien, sehingga ia tidak pernah mengalami kekecewaan seperti yang dialami salah satu rekan kerjanya. (JM01)