
Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Inovasi tak ada habisnya! Itulah yang dibuktikan oleh Team HOPE dari Surabaya. Setelah sukses meraih penghargaan bergengsi di Taiwan pada ajang Kaohsiung International Invention & Design Expo (KIDE) 2024, tim pelajar ini kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional.
Kali ini, Team HOPE sukses meraih Silver Prize di Korea International Youth Olympiad (KIYO 4I) 2025 di Korea Selatan. Tak hanya itu, inovasi mereka berupa Pendeteksi Stres Portabel juga berhasil menyabet dua penghargaan spesial dari Hong Kong dan Thailand
Anggota Team HOPE, yang terdiri dari Ruth Eleora Ongkowidjojo (PKBM N.OLA Surabaya), Clayton Susanto Njoto (PKBM NOLA Surabaya), dan Alicia Gunawan (Singapore International School), mengembangkan alat inovatif ini dengan fokus pada isu kesehatan mental, yang merupakan target penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Onggo Susilo, Founder PKBM NOLA, menyampaikan kebanggaannya dalam konferensi pers yang digelar di NOLA Learning Center, Lagoon Avenue Surabaya. “Ini bukti bahwa generasi muda Indonesia punya potensi besar. Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi banyak pelajar lain untuk terus berkarya dan mewujudkan mimpinya,” ujar Onggo Jumat, (08/08/25).
Dalam ajang KIYO 4I 2025 yang berlangsung pada 28-30 Juli lalu, alat Pendeteksi Stres Portabel ini tak hanya meraih Silver Prize, tapi juga mendapatkan pengakuan spesial:
- Hong Kong Special Award 2025 dari Hong Kong Dream Technology and Innovation Society, sebagai apresiasi atas kreativitas luar biasa.
- Thailand Special Award 2025 dari School of Integrated Innovation, Chulalongkorn University, yang mengakui pendekatan ilmiah dan dampak positif proyek ini.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja sama dan kerja keras tim,” tutur Clayton Susanto Njoto(17), perwakilan Team HOPE.
Ruth Eleora Ongkowidjojo (17), salah satu anggota tim, berharap inovasi mereka tidak berhenti sebagai prototipe. “Terutama, dalam isu kesehatan mental generasi muda. Agar, masyarakat khususnya generasi muda bisa mencari solusi lebih cepat apabila terdeteksi mengalami gangguan mental atau tekanan,” ungkap Ruth.
Prestasi yang diraih Team HOPE sekali lagi menunjukkan bahwa semangat berinovasi dan kepedulian sosial generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. (JM02)














