Home Ekonomi Bisnis Bank Jatim Fasilitasi UMKM dalam Misi Dagang Bersama Bank Lampung

Bank Jatim Fasilitasi UMKM dalam Misi Dagang Bersama Bank Lampung

0
11
Misi dagang dengan tema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Lampung  dihelat di Swiss-Belhotel Lampung Kamis (7/8)
Misi dagang dengan tema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Lampung  dihelat di Swiss-Belhotel Lampung Kamis (7/8)

Lampung, JATIMMEDIA.COM  Kolaborasi strategis antara Jawa Timur dan Lampung membuahkan hasil fantastis. Misi Dagang dan Investasi yang digagas kedua provinsi berhasil mencatatkan total transaksi sebesar Rp 1,055 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya. Tak hanya fokus pada perdagangan, acara ini juga menjadi saksi penandatanganan Perjanjian Penyertaan dan Pengambilalihan Saham Bersyarat antara Bank Jatim dan Bank Lampung, menandai langkah awal pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). 

Misi dagang dengan tema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Lampung  dihelat di Swiss-Belhotel Lampung Kamis (7/8). Dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman, dan Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf. Bank Jatim, sebagai salah satu fasilitator, turut membawa tiga UMKM binaannya untuk unjuk gigi.

Plt. Direktur Utama Bank Jatim, Arif Suhirman, menjelaskan bahwa partisipasi ini adalah wujud komitmen Bank Jatim dalam mendukung UMKM agar bisa bersaing di pasar nasional. “Kami ikut sertakan UMKM binaan seperti Batik Gajah Mada, Cokelat Majapahit, dan Bawang Goreng CYS sebagai salah satu upaya untuk memperluas pasar mereka. Kami yakin produk unggulan ini bisa menarik minat masyarakat Lampung, dan berpotensi membuka peluang bisnis baru bagi pelaku usaha” ujar Arif.

Menurut Arif,  UMKM mendapatkan wadah strategis dalam misi dagang ini untuk mengenalkan produk mereka pada potensial market di Lampung. Sehingga dalam hal ini Bank Jatim tidak hanya menyediakan layanan perbankan kepada nasabah UMKM, tetapi juga aktif memberikan pendampingan untuk pengembangan usaha.

Dalam kesemptan tersebut, berlangsung juga penandatanganan Perjanjian Penyertaan dan Pengambilalihan Saham Bersyarat antara Bank Jatim dan Bank Lampung sebagai tindak lanjut dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).

BACA JUGA  Bank Jatim Berhasil Bukukan Laba Bersih Rp 703 Miliar
Penandatanganan Perjanjian Penyertaan dan Pengambilalihan Saham Bersyarat antara Bank Jatim dan Bank Lampung sebagai tindak lanjut dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) dilakukan oleh Arif Suhirman dan Mahdi Yusuf dengan disaksikan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (07/08)
Penandatanganan Perjanjian Penyertaan dan Pengambilalihan Saham Bersyarat antara Bank Jatim dan Bank Lampung sebagai tindak lanjut dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) dilakukan oleh Arif Suhirman dan Mahdi Yusuf dengan disaksikan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (07/08)

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Arif Suhirman dan Mahdi Yusuf dengan disaksikan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Rahmat Mirzani Djausal. ”Maksud dan tujuan dari perjanjian ini adalah untuk mengatur tata cara pelaksanaan penyertaan modal dan pembentukan KUB antara para pihak sehingga Bank Lampung sepakat melakukan peningkatan modal disetor untuk kemudian dilakukan penyertaan modal oleh Bank Lampung,” tutur Arif.

Arif Suhirman menjelaskan bahwa KUB ini bertujuan untuk memperkuat struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan di kedua provinsi. “Dengan bersinergi, kami berharap Bank Pembangunan Daerah (BPD) bisa lebih kompetitif dan menjadi motor penggerak ekonomi di daerah masing-masing,” tambahnya.

Direktur Utama Bank Lampung, Mahdi Yusuf, menyambut baik kerja sama ini. Ia optimistis KUB dengan Bank Jatim akan membawa perubahan positif bagi Bank Lampung untuk memaksimalkan potensi sinergi yang ada. ”Dengan bersinergi KUB bersama Bank Jatim, kami yakin dapat memberi dampak positif terhadap performa bisnis Bank Lampung. Salah satu hal yang akan kami siapkan adalah SDM agar seluruh program kerja dapat terealisasikan dengan baik dan optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga mengatakan, dengan adanya penandatanganan perjanjian antara Bank Lampung dengan Bank Jatim ini diharapkan dapat semakin membangun konektivitas dunia perbankan di dua provinsi. ”Tentu hal tersebut akan memperkuat kinerja bank pembangunan daerah di dua provinsi dan sekaligus dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor keuangan, serta menjadi pintu masuk kerja sama antara Provinsi Jawa Timur dan Lampung. Kerja sama ini terjadi sesuai dengan regulasi yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tuturnya.

Misi dagang kali ini mencatatkan total transaksi yang melonjak tajam dibanding tahun lalu, dari Rp 285,52 miliar menjadi Rp 1,055 triliun. Khofifah Indar Parawansa menyebut peningkatan ini sebagai bukti nyata sinergi dan kepercayaan antar daerah dalam mendukung produk dalam negeri. “Ini menunjukkan komitmen kuat Jawa Timur untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan optimistis mewujudkan kekuatan pasar dalam negeri,” tutupnya. (JM02)

BACA JUGA  Pertamina Dukung Pemerintah Malang Giatkan PHBS untuk Cegah COVID-19