
Surabaya, JATIMMEDIA.COM — PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten pengembang properti terpadu di bawah naungan Tanrise Group, mengawali tahun 2026 dengan catatan performa yang gemilang. Berbekal lonjakan laba bersih yang impresif pada awal tahun, perusahaan yang berbasis di Sidoarjo ini optimistis mampu membukukan pertumbuhan bisnis dua digit hingga penghujung tahun nanti.
Direktur Utama RISE, Budi Agusti, mengungkapkan bahwa fundamental industri properti nasional saat ini memberikan ruang gerak yang sangat positif, terutama pada segmen hunian, hospitality, dan logistik modern yang selama ini menjadi keunggulan Perseroan.
“Kami melihat tahun 2026 sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan. Dengan keunggulan land bank strategis berskala besar dan ekosistem bisnis TANCORP Group yang terintegrasi, RISE memiliki fondasi kokoh untuk terus bergerak maju dan mencetak pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Budi Agusti dalam keterangannya, Kamis (04/06).
Rasa percaya diri manajemen ini bukan tanpa alasan jika melihat catatan performa sepanjang Kuartal I-2026. Pada periode ini, RISE sukses mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan di seluruh lini keuangannya. Keberhasilan tersebut diawali oleh capaian pendapatan usaha yang tumbuh kuat sebesar 36,2 persen hingga menyentuh angka Rp173,1 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan rapor merah operasional yang apik, EBITDA perusahaan turut melonjak tajam sebesar 262,3 persen menjadi Rp79,7 miliar. Puncaknya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melesat hampir lima kali lipat alias naik 495,5 persen menjadi Rp97,2 miliar, sekaligus menjadi fondasi yang kokoh bagi rencana ekspansi perseroan ke depan.
Demi mempertahankan ritme pertumbuhan positif ini sepanjang tahun 2026, RISE telah menyiapkan tiga jangkar strategi bisnis utama.
Langkah pertama adalah akselerasi proyek existing. Perseroan akan mempercepat pembangunan portofolio yang sedang berjalan—mulai dari residensial, kawasan terpadu, hingga komersial—agar proses serah terima unit ke pasar bisa dilakukan lebih cepat.














