
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub) Emil Elistianto Dardak, turut menekankan pentingnya strategi untuk memotivasi pengembangan eksyar di wilayah Jawa, yaitu perlunya meningkatkan complience (sertifikasi halal) sebagai ikhtiyar untuk meningkatkan berkah sebuah usaha, dan pentingnya membangun ekonomi keumatan melalui pelaku ekonomi di sektor pesantren. Lebih lanjut Wagub juga mengarahkan agar para pelaku usaha untuk terus berupaya bersaing di kancah global.
BACA JUGA : Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) Resmi Diluncurkan
Sementara Doddy Zulverdi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur secara khusus menyampaikan bahwa terdapat 3 (tiga) upaya penguatan sinergi dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di Jawa yang ditandai dengan penandatanganan MoU, yaitu: Penguatan Rantai Nilai Produk Halal (PAHALA). Inklusivitas Ekonomi melalui Digitalisasi (INSANI) dan Optimalisasi ZISWAF untuk Kesejahteraan Umat (MASLAHAT).
PAHALA atau Penguatan Rantai Nilai Produk Halal, yang akan mendorong sinergi perkuatan ekosistem rantai nilai produk halal di Jawa melalui: sertifikasi halal, pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), dan pengembangan Toko Bahan Baku (Tobaku) Halal.
INSANI atau Inklusivitas Ekonomi melalui Digitalisasi yang berfokus pada (1) pengembangan fitur Muslim-Friendly Tourism (landing page) di dalam platform pemasaran digital, serta (2) digitalisasi pembayaran zona KHAS se-Jawa.
MASLAHAT atau Optimalisasi ZISWAF untuk Kesejahteraan Umat yang diimplementasikan melalui: (1) Pengembangan Ekonomi dan Pengembangan Ekonomi Bisnis Pesantren Melalui Optimalisasi Dana ZISWAF, (2) Lelang Wakaf Produktif; serta (3) Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi Nadzir di Jawa.
BACA JUGA : Fokus Tingkatkan Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Tegaskan Surat Rujukan Tetap Perlu
“Bank Indonesia berharap seluruh rangkaian kegiatan Fesyar Regional Jawa 2023 yang akan berlangsung pada tanggal 29 September s.d 1 Oktober 2023 dapat menjadi motor akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional, sehingga mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional,” tegas Doddy Zulverdi. (JM01)














