Ini Syarat dan Aturan Terbaru Bagi Jemaah Umrah di Masa Pandemi Covid-19

0
167
Ini Syarat dan Aturan Terbaru Bagi Jemaah Umroh di Masa Pandemi Covid-19
Ini Syarat dan Aturan Terbaru Bagi Jemaah Umroh di Masa Pandemi Covid-19 (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah Arab Saudi kembali memberikan kelonggaran bagi jemaah umrah asal Indonesia dimasa Pandemi covid-19. Dimana seperti disampaikan Kepala Bidang Umrah Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia), Zaky Zakaria Anshary, keringanan ini diberikan khusus untuk warga negara Indonesia.

“Informasi terbaru dari beberapa Muassasah Saudi Arabia menyatakan syarat umur bagi jemaah umrah khusus warga Indonesia menjadi 18-60 tahun,” ujarnya pada Jumat (22/1/2021).

Tidak hanya kelonggaran usia, Zaky menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi juga mengizinkan jemaah untuk umrah dilakukan dua kali di sebagian Muassasah dan melakukan berziarah.

Baca juga : Nadiem : Tindak Tegas Sekolah yang Suruh Siswi Nonmuslim Berhijab

Dalam penerapan protokol kesehatan, Zaky menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19, sebelum berangkat, jemaah dikarantina selama 2 kali dan tes PCR 1 kali. Ketika sampai di Arab Saudi akan kembali dikarantina selama 3 hari dan pada hari kedua dites PCR. Menjelang pulang, jamaah harus tes PCR lagi di Arab Saudi, kemudian kembali ke Indonesia. Dan setibanya di Indonesia, jemaah umrah juga wajib melakukan 2 kali tes PCR dan 5 hari karantina.

“Pemberangkatan jamaah umrah ini beda dengan keberangkatan luar negeri lainnya, karena pemerintah dapat mengontrol. Tidak seperti negara lainnya,” tambah Zaky.

Dalam hal ini pemerintah Arab Saudi hanya memberi melonggarkan kategori usia jemaah umrah dari Indonesia, sedangkan protokol kesehatan dan syarat lain tetap berlaku. Dan ini seperti tercantum dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah umrah pada Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019.

Baca juga : Gubernur Keluarkan Surat Edaran Cegah Perkawinan Anak

Berikut kestentuannya :

  • Persyaratan jemaah Usia sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi (18-60 tahun).
  • Tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid (wajib memenuhi ketentuan Kemenkes RI).
  • Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat Covid-19.
  • Bukti bebas Covid-19 (dibuktikan dengan asli hasil PCR/swab test yang dikeluarkan rumah sakit atau laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan atau sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi).

Adapun syarat lain berupa mematuhi protokol kesehatan secara tertib selama melaksanakan ibadah suci umrah :

  • Seluruh layanan kepada jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan.
  • Pelayanan kepada jemaah selama di dalam negeri mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Kemenkes.
  • Pelayanan kepada jemaah selama di Arab Saudi mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
  • Protokol kesehatan selama di dalam pesawat terbang mengikuti ketentuan protokol kesehatan penerbangan yang berlaku.
  • PPIU bertanggung jawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan jemaah selama di tanah air, selama dalam perjalanan, dan selama di Arab Saudi demi pelindungan jemaah.

Baca juga : Gubernur Khofifah Optimis Vaksinasi di Jatim Selesai Setahun

Pemberangkatan jemaah Penentuan jumlah Jemaah yang akan diberangkatkan mengacu pada kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi, serta selama masa pandemi Covid-19 diprioritaskan bagi jemaah yang tertunda keberangkatan tahun 1441H dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Sementara untuk biaya penyelenggaraan ibadah umrah mengikuti biaya referensi yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama. Termasuk bisa dilakukan penambahan biaya lainnya berupa pemeriksaan kesehatan sesuai dengan protokol Covid-19, biaya karantina, pelayanan lainnya akibat terjadinya pandemi Covid-19. (JM01)