ITS Rancang Dandang Lontong Berteknologi

0
27
ITS Rancang Dandang Lontong Berteknologi
ITS Rancang Dandang Lontong Berteknologi

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menjawab permasalahan yang ada di masyarakat dengan inovasi barunya. Kali ini berupa dandang lontong berteknologi yang berhasil dirancang oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ITS untuk meningkatkan produktivitas Usaha Kecil Menengah (UKM).

Dosen Departemen Teknik Mesin Industri (DTMI) ITS Liza Rusdiyana ST MT menjelaskan, dandang lontong berteknologi ini mampu meningkatkan tiga kali kapasitas sekali produksi.

“Jika pada umumnya hanya berisi 150–200 lontong, dandang ini mampu menampung sampai 660 lontong sekali produksinya,” jelasnya.

Baca juga : 77.760 Vaksin Covid-19 Tiba di Jatim

Bagi pelaku UKM, peningkatan kapasitas produksi merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Sebab ketika ada pesanan membludak, mereka bisa melayaninya dengan maksimal, sehingga keuntungan yang didapatkan nantinya pun bisa menjadi lebih besar.

Lebih dari hal itu, dandang tersebut juga mampu meningkatkan daya tahan kualitas dari lontong.

”Sebelumnya dalam waktu 12 jam saja (lontong) sudah basi, tapi dengan sentuhan teknologi ini bisa bertahan dua sampai tiga hari,” ungkap Liza.

Baca juga : Mensos Risma Blusukan di Eks Lokalisasi di Mojokerto

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan Liza bersama timnya, dandang bertekanan tersebut terbukti mampu mematangkan lontong dua jam lebih cepat dari waktu normal (6 jam lamanya). Hal itu juga berdampak pada penggunaan bahan bakar juga mampu ditekan 50 persen lebih hemat.

Diakui Liza, prinsip dari dandang berteknologi ini sebenarnya hanya dengan mengkombinasikan dandang biasa dengan sistem presto. Di dalamnya juga terdapat keranjang bersusun supaya lontong tidak mengambang, tetap tersusun rapi dan rapat.Dandang ini juga dilengkapi dengan pengatur tekanan dan sistem pembuangan air yang mudah.

Saat ini dandang berteknologi ini telah diterapkan ke beberapa UKM di daerah Kampung Lontong, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya pada Desember 2020 lalu.

Baca juga : Vaksin Sinovac Mulai Didistribusikan ke 34 Provinsi

“Masyarakat yang banyak menjadi produsen lontong tersebut mengaku terbantu dengan adanya dandang berteknologi ini karena bisa meningkatkan pendapatannya,” sambung Liza, (JM01)