Ketua MPR RI Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Ajak Semua Pihak Jihad Lawan Narkoba

0
5
Ketua MPR RI Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Ajak Semua Pihak Jihad Lawan Narkoba
Ketua MPR RI Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Ajak Semua Pihak Jihad Lawan Narkoba

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menegaskan, penyalahgunaan narkoba adalah persoalan krusial yang harus mendapatkan perhatian serius. Tidak hanya di Indonesia, penyalahgunaan narkoba juga telah menjadi ancaman bagi dunia.

Organisasi PBB yang menangani kejahatan Narkoba yaitu UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) mencatat bahwa pada tahun 2020, penyalahgunaan narkoba telah dilakukan oleh sekitar 269 juta orang di dunia.

“Khusus di Indonesia, UNODC mencatat bahwa negara kita masuk dalam jajaran “segitiga emas” perdagangan narkoba bersama dengan Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Malaysia,” ujar Bamsoet dalam Seminar Hari Anti Narkotika Internasional yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), di Surabaya, Senin (28/6/21).

Fakta lain yang membuat kita miris, menurut Bamsoet, Indonesia menempati posisi ke-3 di dunia dalam hal penyalahgunaan narkoba, di bawah Meksiko dan Kolumbia.

“Sedangan di tingkat ASEAN, Indonesia menjadi negara dengan tingkat transaksi narkoba tertinggi,” tambahnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini juga menandaskan bahwa penyalahgunaan narkoba berpotensi merenggut masa depan generasi emas bangsa Indonesia. Merujuk pada hasil survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dirilis bulan Juni 2019, terdapat 2,3 juta pelajar dan mahasiswa yang pernah mengkonsumsi narkotika.

Baca juga : Covid-19 Pada Anak Melonjak Tajam, Jangan Ajak Anak Keluar Rumah Kecuali…

Mengingat generasi muda pada rentang usia 15 sampai 35 tahun adalah kelompok usia yang paling rentan terpapar, kemungkinan besar jumlah pelajar dan mahasiswa yang pernah mengkonsumsi narkoba saat ini telah melampaui angka 2,3 juta.

“Bahkan saat ini pun, ketika kita masih dihadapkan pada keprihatinan di masa pandemi Covid-19, ternyata kasus penyalahgunaan narkoba justru cenderung mengalami peningkatan. Sebagai gambaran, hingga bulan Februari 2021 saja, BNN telah menyita lebih dari 1 ton narkotika jenis sabu. Ini baru data dari BNN, belum digabungkan dengan data dari Bea Cukai dan POLRI,” kata.

Bamsoet menambahkan, selama periode Januari hingga Juni 2021, tercatat POLRI telah menyita barang bukti 6,64 ton sabu, 2,14 ton ganja, 106,8 gram kokain, 73,4 gram heroin, 34 ton tembakau gorila, dan 239.977 butir ekstaksi. Pada periode yang sama, POLRI telah mengungkap 19.229 kasus penyalahgunaan narkoba, dan telah menangkap 24.878 orang tersangka.

Baca juga : Presiden Targetkan Jumlah Vaksinasi Dua Kali Lipat pada Bulan Agustus

“Di satu sisi, banyaknya kasus yang terungkap mengindikasikan kinerja POLRI dan BNN yang patut kita apresasi dalam memberantas kejahatan penyalahgunaan narkoba. Di sisi lain, kondisi ini harus kita jadikan introspeksi, bahwa saat ini Indonesia berada pada fase “darurat narkoba”. Tidak hanya menyasar area perkotaan, saat ini narkoba juga telah merambah ke daerah pedesaan,” jelas Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia ini.

Halaman selanjutnya: 3 Hal Terkait Penyalahgunaan Narkoba