Kolaborasi Kemenkes-ARSADA Jatim: Transformasi RS dan Hadirkan PET Scan Pertama Jatim

0
14
Kolaborasi Kemenkes-ARSADA Jatim: Transformasi RS dan Hadirkan PET Scan Pertama Jatim
Kolaborasi Kemenkes-ARSADA Jatim: Transformasi RS dan Hadirkan PET Scan Pertama Jatim

Surabaya, JATIMMEDIA.COM — RS Kemenkes Surabaya dan Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur menggelar pertemuan kunci untuk membahas implementasi dan tantangan Rumah Sakit (RS) Berbasis Kompetensi.

Inisiatif ini merupakan bagian integral dari transformasi sistem kesehatan nasional, yang bertujuan menggantikan klasifikasi kelas A, B, C dengan pengelompokan berdasarkan kemampuan layanan yang lebih spesifik, mencakup 24 kelompok layanan.

Pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan RSUD se-Jawa Timur ini dibuka oleh Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana L. Siahaan, S.H., MARS., M.H.Kes. Ia menekankan bahwa transformasi ini membutuhkan upaya kolektif.

“Transformasi ini tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Ini bukan hanya tugas Menteri Kesehatan atau direktur rumah sakit. Semua pihak harus terlibat, termasuk media yang berperan besar mengawal perubahan,” ujarnya Rabu (10/12).

dr. Martha juga menyoroti peran strategis Jawa Timur—provinsi dengan jumlah RS terbanyak di Indonesia (sekitar 413 fasilitas)—dalam keberhasilan kebijakan ini, sambil menegaskan bahwa fondasi RS berbasis kompetensi adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), penggunaan teknologi medis mutakhir, dan tata kelola berbasis data

Konsep RS Berbasis Kompetensi dipaparkan lebih lanjut oleh Ketua Tim Kerja Penataan Sistem Rujukan Direktorat Pelayanan Klinis Kemenkes, Ratih Dwi Lestari, S.Kep., MARS. Dia menjelaskan bahwa inti transformasi ini adalah mengintegrasikan kompetensi SDM, keselamatan pasien, dan efektivitas pelayanan.

Ratih juga mengungkapkan capaian signifikan Jawa Timur pada proses sinkronisasi data RS Berbasis Kompetensi yang  hingga 17 November, Jatim telah mencapai 100% sinkronisasi awal dan menindaklanjuti dengan capaian unggul 89% update data dalam satu pekan terakhir

“Ini capaian luar biasa, banyak daerah dengan jumlah rumah sakit jauh lebih sedikit saja progresnya masih di bawah 50%, kami sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan dan seluruh rumah sakit di Jawa Timur,” ungkapnya.

See also  Perkuat Ekosistem Kesehatan, RS Kemenkes Surabaya Hadirkan Layanan Nuklir dan Radioterapi Berbasis Kolaborasi

Sementara itu Ketua ARSADA Jawa Timur, dr. Atok Irawan, Sp.P, menyampaikan strategi bagi RSUD, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tenaga medis, perbaikan manajemen kinerja, dan pemenuhan standar nasional.

Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana L. Siahaan, S.H., MARS., M.H.Kes
Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana L. Siahaan, S.H., MARS., M.H.Kes

Pada kesempatan yang sama, RS Kemenkes Surabaya juga memperkenalkan dua layanan unggulan sebagai penguatan pusat rujukan Indonesia Timur:

  • Layanan PET Scan Pertama di Jawa Timur, dipresentasikan oleh dr. Tri Pera Sucianti, Sp.KN-TM, yang menjelaskan manfaat PET Scan dalam diagnosis kanker, evaluasi terapi, dan pemetaan kelainan organ secara presisi tinggi.
  • Layanan Radioterapi untuk Pusat Kanker RSUP Kemenkes Surabaya, disampaikan oleh dr. Donald, Sp.OnkRad, yang menegaskan kesiapan rumah sakit memberikan layanan terapi radiasi yang cepat, terintegrasi, dan mendukung penanganan pasien kanker dari provinsi-provinsi di Indonesia Timur.

Kegiatan ini menegaskan posisi RS Kemenkes Surabaya sebagai Super Hub Rujukan Indonesia Timur, dengan penguatan layanan diagnostik, terapi kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi (KJSU) serta pembangunan SDM berbasis kompetensi. (JM02)