LCAS 2025 Labschool Unesa: Program Karakter Siswa di Lereng Bromo

0
0
LCAS 2025 Labschool Unesa: Program Karakter Siswa di Lereng Bromo
LCAS 2025 Labschool Unesa: Program Karakter Siswa di Lereng Bromo

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Labschool Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang mencakup jenjang SMP dan SMA, meluncurkan salah satu program unggulannya, Labschool Character, Action, Solution (LCAS) 2025. Pada Senin (24/11), sebanyak 90 peserta didik bertolak menuju Desa Gubuglakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebuah lokasi strategis di bawah kaki Gunung Bromo.

Program ini bukan sekadar kegiatan live-in biasa, melainkan sebuah inisiasi terpadu yang bertujuan mengimplementasikan pendidikan karakter melalui aksi nyata dan kolaborasi global.

Dr. Ima Widiyanah, PIC kegiatan sekaligus Kepala Pusat Penjaminan Mutu dan Kerjasama Labschool, menjelaskan bahwa LCAS 2025 telah digagas sejak awal untuk bersinergi dengan berbagai pihak. Program ini berkolaborasi dengan program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Unesa yang telah berada di desa setempat.

“Kami menggaungkan LCAS ini sebagai international event,” ujar Dr. Ima dengan antusias. “Ini dikarenakan ada 20 mahasiswa dari University Technology Malaysia (UTM) yang ikut bergabung, serta kehadiran 27 perwakilan negara di bawah naungan UNESCO, berkolaborasi dengan NGO De Javato. Mereka akan ikut bersama adik-adik Labschool berkegiatan di sana.”

Keterlibatan internasional ini, lanjut Dr. Ima, diharapkan mampu memperkuat karakter siswa dalam hal problem solving, melakukan research terhadap segala permasalahan di desa, dan merumuskan kontribusi bagi masyarakat.

Selama berada di Gubuglakah, peserta didik akan terlibat dalam berbagai kegiatan praktis, seperti belajar berkebun dan mengelola sampah bersama warga setempat. Puncaknya, pada Rabu (26/11), kegiatan akan berlanjut dengan bakti sosial di kawasan Bromo.

“Pada tanggal 26 November, kami akan mengadakan acara baksos di Bromo untuk sosialisasi isu global warming dan melakukan pembersihan sampah di daerah tersebut, bergabung bersama para volunteer dari UNESCO,” jelas Dr. Ima.

See also  Optimalkan Limbah Kulit Udang dan Sabut Kelapa Jadi Masker