
Pada kulit berjerawat, La Roche-Posay Spotscan membantu konsumen menganalisa tingkat keparahan jerawat melalui teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dibangun berdasarkan data ilmiah yang luas untuk mendapatkan personalisasi diagnosa pada jerawat.
Untuk membangun algoritma yang paling akurat dan inovatif, keakuratan Spotscan telah divalidasi secara klinis oleh sekumpulan pakar kulit dari berbagai belahan dunia untuk menganalisa sebanyak lebih dari 6.000 foto individu yang mewakili berbagai etnis, jenis kulit dan tingkat keparahan jerawat.
Inovasi lainnya adalah Lancôme Shade Finder, perangkat yang juga menggunakan teknologi AI untuk merekomendasikan shade foundation yang paling cocok dengan kebutuhan dan warna kulit konsumen.
Baca juga : Ini Tips Hindari Gula Berlebih pada Makanan Kemasan
Teknologi ini mendorong inklusivitas dengan kemampuannya untuk mengidentifikasi hingga 22.500 warna kulit melalui algoritma unik yang dibangun dengan menggunakan data & informasi yang dikumpulkan dari lebih dari 400 orang, mulai dari warna kulit yang sangat terang hingga sangat gelap, yang secara konstan terus dilengkapi dengan data terbaru sejak diluncurkan.
Masih dalam kategori make-up, L’Oréal meluncurkan Yves Saint Laurent Rouge Sur Mesure, perangkat portable peracik pewarna bibir pertama di dunia yang dapat menghasilkan sampai dengan 4000 warna lipstik kapan saja dan dimana saja.
Perangkat ini menggabungkan inovasi fisik berupa perangkat pengkoneksi dan cartridge lipstik cair dengan inovasi digital berupa try-on virtual dan algoritma warna berbasis AI.
Kombinasi tersebut memungkinkan konsumen melakukan try-on virtual secara real time; mendapatkan rekomendasi warna lipstik yang tepat untuk untuk jenis kulit atau warna rambutnya atau bahkan warna yang matching dengan objek apa pun (misalnya baju, cat kuku, tas); dan pada akhirnya meracik sendiri warna bibir yang paling diinginkan.
L’Oréal Groupe memiliki daftar panjang akan inovasi Beauty Tech yang telah diluncurkan di antara 35 merek globalnya, dan daftar tersebut akan terus bertambah.
Baca juga : Film Pamali Hadir di Bioskop 6 Oktober 2022
Di Indonesia sendiri, terang Junaid, pihaknya mencermati konsumen yang sangat adaptif akan teknologi baru. Maybelline Virtual Try On merupakan Beauty Tech pertama yang kami luncurkan di Indonesia di tahun 2019, dan sejak saat itu sebanyak 17 Beauty Tech sudah kami luncurkan di Indonesia dalam berbagai teknologi dan kategori yang bervariasi.
“Sejak awal tahun ini kami pun telah mencatat hampir 1 juta try-on telah dilakukan oleh konsumen, yang menempatkan Indonesia sebagai pasar dengan adoption rate penggunaan Beauty Tech tertinggi di Grup L’Oréal,” ujar Junaid. (JM01)














