Mastercard Luncurkan Situs One-Stop Sumber Daya untuk Dukung UKM

0
6
Mastercard Luncurkan Situs One-Stop Sumber Daya untuk Dukung UKM
Mastercard Luncurkan Situs One-Stop Sumber Daya untuk Dukung UKM

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pulih dari dampak pandemi dan bersiap untuk masa depan, Mastercard meluncurkan situs mikro Digital Acceleration untuk Usaha Kecil di sebagian besar situs web perusahaan di wilayah Asia Pasifik dengan informasi dan sumber daya tentang cara untuk mendigitalisasikan serta menjalankan bisnis lebih efisien.

COVID-19 mendorong perubahan yang cepat dan berkelanjutan ke perdagangan elektronik dan pembayaran nirsentuh, situs one-stop ini mencakup panduan untuk melakukan transformasi digital, kursus daring, informasi mengenai produk dan jasa Mastercard untuk UKM, wawasan keamanan siber dan alat untuk mengurangi kerentanan, akses ke penawaran untuk berbagai solusi perangkat lunak bisnis, platform perdagangan elektronik dan layanan pemasaran digital.

“Dampak pandemi terhadap UKM sangat besar sehingga penting bagi mereka untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang mereka butuhkan agar dapat menawarkan pengalaman belanja dan pembayaran multi saluran yang dapat mendorong bisnis, serta membangun loyalitas pelanggan di dunia fisik dan digital,” kata Sandeep Malhotra, Executive Vice President, Products & Innovation, Asia Pacific, Mastercard.

Baca juga : PPKM Jawa-Bali Akan Diperpanjang 2 Pekan

Dengan kebiasaan membeli dan ekspektasi konsumen yang berkembang dengan cepat, lanjutnya, inisiatif ini hanyalah salah satu cara Mastercard dalam mendorong inklusi keuangan dan membantu usaha kecil untuk beralih ke digital di seluruh kegiatan bisnis mereka untuk dapat mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi dan manajemen keuangan, sambil tetap aman dan terlindungi dari risiko siber dan penipuan.

Guna meningkatkan sumber daya untuk UKM, Mastercard telah bekerja sama dengan pembuat situs web terkenal yaitu Wix, dan dengan Zoho, sebuah penyedia solusi penyimpanan data daring dengan lebih dari 60 juta pengguna.

Mitra-mitra ini akan mensponsori panduan dan artikel daring tentang berbagai topik, mulai dari membuat toko daring dan memilih nama situs untuk bermigrasi ke platform manajemen pengeluaran dan akuntansi daring.

“Seiring perubahan dunia yang melampaui kemampuan bertahan dalam jangka pendek, UKM membutuhkan rencana untuk keberhasilan jangka panjang di dunia belanja daring yang baru,” tambah Sandeep.

Baca juga : Jalan Tunjungan dan Raya Darmo Surabaya Akan Ditutup Lagi

Liat Karpel Gurwicz, Head of eCommerce Marketing Wix.com menambahkan, di Wix, pihaknya telah melihat secara langsung bagaimana tahun lalu memberikan tantangan kepada dunia bisnis dalam berbagai hal, namun juga menciptakan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi.

“Kami akan memanfaatkan pembelajaran kolektif dari tim Wix yang telah menciptakan platform perdagangan elektronik kami dan para pedagang yang menjalankan bisnis mereka di dalamnya untuk membantu UKM merencanakan dan menyusun strategi untuk 2021,” ujarnya.

Bahkan saat organisasi-organisasi mencoba untuk menata ulang model bisnis mereka, tambahnya, berbagai konten yang informatif dapat membantu mereka mendapatkan berbagai ide baru.

Situs sumber daya di wilayah Asia Pasifik ini adalah bagian dari usaha global Mastercard dalam membantu UKM “Get Paid, Get Capital and Get Digital” melalui pengembangan produk baru, kemitraan, dan saluran distribusi.

Baca juga : Presiden: Keselamatan Adalah yang Utama di Bidang Transportasi

Setelah mencapai tujuannya untuk membawa 500 juta orang ke dalam sistem finansial, Mastercard memperkuat komitmennya untuk inklusi dengan membantu 1 miliar orang mendapatkan akses ke ekonomi digital pada tahun 2025, termasuk 50 juta usaha kecil dan 25 juta pengusaha perempuan.

Lebih dari sekedar mendukung usaha, manfaat transformasi digital sangat luas. Studi terbaru oleh International Data Corporation menunjukkan digitalisasi UKM dapat menambah $ 2,6 miliar hingga $ 3,1 miliar dolar Amerika ke PDB Asia Pasifik pada tahun 2024. Karena dampak COVID-19, dikatakan, hampir 70% UKM di Asia Pasifik mempercepat digitalisasi, dan 86% percaya hal ini akan membantu ketahanan terhadap kejadian serupa di masa mendatang. (JM01)