Meyakini Tidak Bersalah, Dukungan Untuk Tjandra Sridjaja Semakin Banyak

0
34
Meyakini Tidak Bersalah, Dukungan Untuk Tjandra Sridjaja Semakin Banyak
Para pengurus dan pelatih Perkumpulan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia

Ketiga karateka ini, menurut Adriano, telah memberikan yang terbaik untuk perkumpulan dan dampaknya sangat luar biasa. Bahkan karena kerja keras dan dedikasi mereka yang begitu tinggi, banyak pihak yang tadinya harus menghadapi persoalan, khususnya masalah ekonomi, jadi terbantu.

“Pengorbanan mereka, perbuatan baik yang telah mereka bertiga lakukan untuk perkumpulan, malah harus dibalas dengan fitnah yang begitu kejam dan membabi buta,” papar Adriano.

Bambang Irwanto yang mendengar banyaknya dukungan yang diberikan kepadanya, juga kepada Tjandra Sridjaja dan Erick Sastrodikoro, tak kuasa menahan haru. Mantan Ketua Umum Perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia selama 10 tahun ini menjelaskan bahwa dukungan khususnya untuk Tjandra Sridjaja itu datang dari Dojo-Dojo yang tersebar diseluruh Indonesia.

Dojo-Dojo itu tidak percaya, Tjandra Sridjaja sampai tega membawa lari uang perkumpulan yang notabene diperuntukkan bagi kesejahteraan para pelatih yang sakit, para pelatih sepuh yang sudah tidak lagi melatih di dojo-dojo karena termakan usia.

“Mereka itu melihat, ada upaya untuk merusak nama baik Tjandra Sridjaja, supaya Tjandra Sridjaja menyerah dan menarik seluruh uang yang saat ini dikelola perkumpulan,” tandasnya.

BACA JUGA : Banyaknya Kasus Pelanggaran WNA di Bali, Dapat Sorotan Pakar Hukum UNAIR

Hal itu tidak mungkin, lanjut Bambang Irwanto, apalagi saat ini Tjandra Sridjaja tidak mempunyai kewenangan apa-apa untuk memindahkan uang, menarik uang perkumpulan tanpa seijin seluruh pengurus perkumpulan.

Ketua Dewan Kehormatan Perkumpulan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia ini secara tegas membantah tudingan dirinya dan Tjandra Sridjaja dicopot dua kali dari jabatannya.

“Pendiri Perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Hanshi Nardi Tjahjo Nirwanto, tidak pernah mencopot kami berdua, apalagi sampai dua kali,” tegasnya, sambil menjelaskan bahwa yang benar, adalah setelah Dewan Presidium dibubarkan, maka secara otomatis semua yang duduk didewan presidium itu sudah tidak lagi menjabat.

Kemudian setelah tahu bahwa Liliana Herawati diam-diam mendirikan Yayasan PMK dibulan Januari 2019, maka pada tanggal 17 November 2019, Tjandra Sridjaja yang saat itu menjabat sebagai ketua DPP Perguruan PMK Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, langsung menyatakan berhenti dari jabatannya tersebut dan menolak tawaran sebagai penasehat, karena tidak bersedia mendua. Hal itu sebagaimana dituangkan dalam notulen rapat pengurus perkumpulan.

Bambang Irwanto juga keberatan atas tuduhan bahwa perkumpulan sengaja memperdayai Liliana Herawati supaya diijinkan menggunakan nama pembinaan mental karate.

BACA JUGA : Wagub Emil Sebut Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pendidikan Turut Menjaga…

“Nama Pembinaan Mental Karate yang disematkan ini sudah sesuai prosedur hukum. Dan ketika mengajukan nama tersebut, telah diajukan terlebih dahulu ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM RI) dan akhirnya disetujui,” paparnya.

Bambang Irwanto kembali menjelaskan, untuk merek dan logo perkumpulan, baru dimohonkan tahun 2022.

“Hal ini untuk mengakomodir 15 sampai 180 warga yang mendukung perkumpulan, agar tetap bisa latihan dan sudah dapat sertifikat dari HAKI, meskipun Liliana keberatan,” kata Bambang Irwanto.

Halaman selanjutnya: Tapi berdasarkan sidang…..