Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Memiliki jaminan untuk pelayanan kesehatan tentu sangat membantu dan diinginkan semua orang. Apalagi bila biaya pelayanan kesehatan dan biaya tindakan medis bisa gratis, meski sebesar apapun biaya pengobatannya.
Hal ini pula yang diyakini Nur Roudlotul Hidayah, salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Wanita yang tinggal di Terung Kulon, Krian, Sidoarjo ini menceritakan bahwa menjadi peserta JKN yang dikelola BPSJ Kesehatan merupakan berkah, karena akan merasa aman karena masalah kesehatannnya sudah ditanggung.
“Saya merasa menjadi peserta JKN merupakan berkah, karena saya tidak perlu lagi khawatir soal biaya kesehatan bila sakit. Seberapa besarnya biaya pengobatan, selama menjadi peserta JKN, pasti dibayar oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya pada jatimmedia.com.
Baca juga : Taufiq : BPJS Kesehatan Harus Tetap Ada Meski Pemimpin Berganti
Menjadi peserta JKN dari tahun 2011 (dari jaman masih Askes), Nur Roudlotul sempat menggunakan fasilitas pengobatan dengan fasilitas dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki.
“Alhamdulillah saya sih blm pernah menggunakan fasilitas BPJS. Tapi sempat menggunakan fasilitas BPJS untuk Suami saya, saat berobat di Rumah Sakit (RS) Anwar Medika Krian.
Pada saat itu, lanjutnya, suaminya terdiagnosa batu ginjal. Lalu mulai menjalani perawatan dan pengobatan.
“Mulia dari IGD, USG Abdomen, sampai St-Scan dan obat2annya semua gratis. Inin untungnya punya BPJS, kalau berobat ndak harus ngeluarin biaya banyak,” terang Nur Roudlotul, sambil menambahkan bahwa bila pengobatan sesuai kelasnya, bisa gratis 100%.
Nur Roudlotul menambahkan, selama suaminya menjalani pengobatan, pelayanan yang diterima dari RS terbilang sangat memuaskan dan semuanya berjalan lancar.
Baca juga : Gubernur Jawa Timur Gandeng KPPU Awasi Ketersediaan Minyak Goreng
“Untuk pelayanan selama suami saya menjalani perawatan kesehatan, bagi saya sangat memuaskan,” jelasnya.
Nur Roudlotul juga menyampaikan bahwa untuk mempermudah penggunaan fasilitas BPJS Kesehatan, ia juga sudah menginstall Mobile JKN, dari awal-awal aplikasi dipubilkasi. Dan fitur yang paling sering dipakai adalah untuk mengganti FTKP yang lebih dekat dengan rumah.
“Saya sejak awal sudah instal Mobile JKN, karena memudahkan saya dalam aktivitas yang terkait masalah kesehatan keluarga saya. Semua bisa dilakukan lewat handphone, tanpa harus datang dikantor BPJS,” terang Nur Roudlotul.
Dengan Mobile JKN, lanjut Nur Roudlotul, ia merasa lebih aman, apalagi disaat kondisi pandemi seperti saat ini.
Baca juga : Pandemi Melandai, Presiden Harap Aktivitas Seni dan Budaya Bangkit
“Dengan Mobile JKN, semuanya jadi lebih mudah,” pungkasnya. (JM01)















