Pasar Kapasan Surabaya Jadi Pilot Project Program Pasar SIAP QRIS

0
5
Pasar Kapasan Surabaya Jadi Pilot Project Program Pasar SIAP QRIS
Pasar Kapasan Surabaya Jadi Pilot Project Program Pasar SIAP QRIS

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sebagai komitmen Bank Indonesia dalam memperluas akseptasi pembayaran digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan peresmian Pasar Sehat, Inovatif, Aman Pakai QRIS (SIAP QRIS) di Pasar Kapasan Surabaya.

Program Pasar SIAP QRIS merupakan inisiasi Bank Indonesia bersama Kementerian Perdagangan sebagai perwujudan implementasi digitalisasi pasar tradisional khususnya terkait sistem pembayaran. Pasar Kapasan Surabaya menjadi salah satu pasar dari 46 pasar di Indonesia yang menjadi pilot project dari program Pasar SIAP QRIS.

Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Kapasan tersebut diresmikan secara langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto, bersama Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Pemimpin Kanwil 06 Bank BNI, Direktur Pengawasan LJKI OJK Jatim, Direktur Administrasi dan Keuangan PD Pasar Surya, dan Perwakilan Paguyuban Pasar Kapasan.

Selain peresmian, Kepala Perwakilan Bank Indonesia bersama stakeholder juga melakukan uji coba pembayaran Iuran Layanan Pasar (ILP), donasi masjid, pembayaran belanja dan parkir dengan menggunakan QRIS.

Baca juga : Presiden Jokowi Resmikan dan Jajal Sirkuit Mandalika Naik Motor Miliknya

Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung digitalisasi berupa 12 unit penguat sinyal pada Pasar Kapasan sebagai bagian dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) yang diharapkan dapat memperlancar transaksi non tunai di Pasar Kapasan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi dan launching implementasi QRIS ini sebagai perwujudan ke-bhineka-an dan sinergi karena difasilitasi oleh 4 Bank sekaligus yaitu Bank Mandiri, Bank Jatim, BNI, dan BCA, dan instansi lainnya dalam mendorong Jatim Bangkit.

“Transaksi secara non tunai dengan QRIS menjadi salah satu alternatif solusi yang berkelanjutan untuk menjaga akselerasi pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Bank Indonesia, lanjut Budi, akan terus berinovasi untuk mendukung ekosistem QRIS seperti model bisnis QRIS on Delivery, QRIS Tanpa Tatap Muka, QRIS Customer Presented Mode, hingga pengembangan ke depan seperti QRIS Tarik Transfer Setor serta Pos Digital Financial Services.

Baca juga : Memperingati Hari Kesehatan Nasional, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Menerapkan Kebiasaan Hidup…

“Dengan demikian, diharapkan ini dapat menjadi daya tarik bagi pelaku masyarakat dan UMKM dalam meningkatkan transaksi,” tambah Budi..

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI, Indah Kurnia menyampaikan, salah satu bentuk upaya dalam menciptakan Jawa Timur makmur adalah mendorong program nasional non tunai dengan membangun sistem pembayaran yang sehat, inklusif, dan aman dengan memakai QRIS.

“Kolaborasi merupakan strategi penting untuk saat ini dalam mengedepankan kelancaran dan kemudahan,” ujarnya.

Hingga 12 November 2021 tercatat 400 pedagang di Pasar Kapasan telah mengaktifkan QRIS. Pasar SIAP QRIS diharapkan memberikan kemudahan bagi pedagang dan masyarakat di pasar rakyat dalam melakukan pembayaran nirsentuh yang lebih aman, nyaman, dan praktis.

Baca juga : Wagub Emil Dorong Peningkatan Branding dan Marketing Kentang Organik Jatim

Selain itu, merchant juga akan memperoleh kemudahan dalam pencatatan transaksi penjualan, serta membantu membangun credit profile dalam kemudahan akses memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan. (JM01)