Home Ekonomi Bisnis Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

0
14
Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli
Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Layanan Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung telah kembali normal sejak awal Juli, menunjukkan komitmen kuat PT Pelindo Terminal Petikemas dalam mengatasi dampak insiden alat bongkar muat jenis rubber tyred gantry (RTG) pada 21 Mei 2025 lalu. Insiden tersebut sempat menyebabkan penurunan kinerja operasional TPK Bitung selama beberapa waktu..

Widyaswendra, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, menjelaskan bahwa langkah jangka pendek telah diambil dengan mendatangkan sejumlah alat bantu bongkar muat peti kemas. “Kami akan mendatangkan 1 unit reach stacker baru yang tiba akhir Juli 2025, selain itu juga ada tambahan 2 unit RTG, 4 unit head truck dari TPK New Makassar yang direncanakan tiba pada minggu kedua Agustus 2025,” ungkap Widyaswendra, Rabu (09/07)

Selain penambahan alat bongkar muatpeti kemas, tim teknis dari berbagai terminal peti kemas didatangkan untuk mempercepat penanganan gangguan teknis dan memastikan peralatan yang sudah ada, termasuk quay container crane (QCC) beroperasi optimal. Dalam jangka panjang, percepatan pengadaan 2 unit RTG baru juga diharapkan tiba pada tahun 2026.

“Sempat terjadi antrean kapal, namun secara bertahap hal tersebut dapat diatasi. Pada periode Juli 2025 ini sudah tidak ada lagi antrean kapal termasuk juga kinerja receiving dan delivery yang saat ini sudah sesuai dengan janji layanan,” tegas Widyaswendra.

Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat terjadi peningkatan arus peti kemas di TPK Bitung sebesar 16,58 persen pada periode Januari hingga Mei 2025 jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Hingga Mei 2025, perseroan mencatat arus peti kemas sebanyak 118.000 TEUs sementara periode tahun 2024 sebanyak 101.000 TEUs.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung Yefri Meidison mengatakan diperlukan percepatan penanganan terhadap kendala operasional yang terjadi di TPK Bitung. Saat ini kegiatan pelayanan peti kemas tetap berlangsung dengan memaksimalkan peralatan bongkar muat yang tersedia. Pihaknya mengaku terus melakukan pengawasan terhadap kinerja operasional TPK Bitung untuk memastikan kelancaran kegiatan operasional di dalam terminal. “Kinerja bongkar muat di TPK Bitung harus segera ditingkatkan, terlebih saat ini arus peti kemas juga semakin meningkat,” tegas Yefri..

BACA JUGA  Perkuat SDM, TPS Selenggarakan Pelatihan CTO Dukung Transformasi Pelindo Grup

Yefri mencatat sempat terjadi penurunan kinerja operasional yang cukup signifikan pasca insiden RTG. Pada kapal Meratus Wakatobi misalnya, kapal itu tiba pada tanggal 12 Juni 2025 dan harus menyelesaikan kegiatan bongkar muat peti kemas selama 56,9 jam. “Selama Mei dan Juni rata-rata port stay kapal mencapai 49 jam dari target yang harusnya 27 jam,” lanjutnya.

Perlahan pihaknya melihat upaya perbaikan yang dilakukan TPK Bitung. Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja bongkar muat pada kapal Meratus Wakatobi dan Meratus Medan 1. Meratus Wakatobi mencatatkan performance 28 boks per jam (box/ship/hour) dan menyelesaikan bongkar muat dalam waktu 27 jam dari target yang ditetapkan 27 jam. Sementara kapal Meratus Medan 1 mencatatkan performa 20 boks per jam (box/ship/hour) yang menjadikan kapal tersebut menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 25 jam dari target 27 jam. “Kami harapkan kinerja kapal-kapal lain juga dapat tercapai sebagaimana Meratus Wakatobi dan Meratus Medan 1, perbaikan TPK Bitung harus dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya. (JM02)