Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Keberhasilan seorang anak di sekolah sering kali dianggap sebagai tanggung jawab institusi pendidikan semata. Namun, berbagai studi global justru membuktikan sebaliknya. Riset dari Harvard Graduate School of Education dan OECD menegaskan bahwa kolaborasi yang solid antara sekolah dan orang tua adalah fondasi utama yang menentukan motivasi, performa akademik, hingga kesehatan mental siswa.
Menyikapi hal tersebut, Sampoerna Academy Surabaya kembali memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis STEAM yang inklusif. Melalui kemitraan yang kuat antara rumah dan sekolah, institusi ini percaya bahwa pendampingan holistik adalah kunci untuk membentuk karakter dan kemandirian siswa di setiap jenjang pendidikan.
Mustafa Guvercin, selaku Director of Sampoerna Academy, berbagi perspektif mengenai betapa krusialnya keselarasan antara lingkungan rumah dan sekolah. Menurutnya, ketika kedua belah pihak berjalan seiring, dampak positif yang dirasakan siswa sangatlah signifikan.
“Saat komunikasi terjalin dengan jujur dan kolaborasi tumbuh secara konsisten, anak berkembang dengan lebih percaya diri dan memiliki fondasi karakter yang kuat. Inilah yang membentuk mereka menjadi pembelajar seumur hidup yang siap menghadapi tantangan global,” ujar Mustafa, Rabu (17/12).
Perjalanan akademik tentu tidak selalu mulus. Psikolog Pendidikan Cynthia Vivian Purwanto, M.Psi., menjelaskan bahwa setiap jenjang pendidikan memiliki dinamika tersendiri yang memerlukan pendekatan berbeda dari orang tua dan guru:
- Fase Balita (TK): Fokus pada fondasi motorik dan kontrol emosi agar anak siap belajar di kelas.
- Fase Sekolah Dasar (SD): Masa di mana anak mulai membandingkan kompetensi diri dengan teman sebaya, sehingga dukungan mental sangat dibutuhkan.
- Fase Remaja Awal (SMP): Tantangan menjadi lebih kompleks karena adanya perubahan hormonal, pencarian identitas, dan tekanan sosial.
- Fase Remaja Akhir (SMA): Periode krusial dalam menentukan masa depan dan universitas impian, yang menuntut kematangan dalam mengambil keputusan.
Cynthia menekankan bahwa jika tantangan di fase-fase ini tidak ditangani dengan sinergi yang baik, risikonya adalah penurunan motivasi hingga terganggunya kesehatan mental anak.
Sebagai langkah nyata, Sampoerna Academy menghadirkan berbagai inisiatif seperti parent engagement, konseling, dan learning conference. Hal ini dilakukan untuk memastikan orang tua terlibat aktif dalam setiap progres belajar anak mereka.
Tak hanya dari sisi akademik, kenyamanan akses menuju sekolah pun kini semakin ditingkatkan. Lokasi kampus Pakuwon Indah Surabaya kini jauh lebih mudah dijangkau berkat dibukanya jalur Radial Road Lontar oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Merayakan hari jadi ke-20 Sampoerna Schools System, Sampoerna Academy memberikan apresiasi bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan berstandar global bagi buah hatinya. Tersedia penawaran khusus berupa potongan biaya sekolah hingga Rp24 juta, bebas biaya pendaftaran, serta gratis buku dan seragam.
Melalui sinergi yang harmonis, diharapkan siswa tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki resiliensi dan perspektif global untuk menjadi pemimpin masa depan yang adaptif menyongsong Indonesia Emas 2045. (JM02)















