Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Langkah nyata untuk memperkuat tulang punggung ekonomi daerah kembali diambil oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).
Pada Kamis (12/2), Bank Jatim resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT RI).
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, bersama Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Drs. F.X. Nugroho Setijo Nagoro, M.Si, di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya. Prosesi penting ini juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono.
Dalam sambutannya, Winardi Legowo menyampaikan bahwa sinergi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud strategi jangka panjang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Timur.
“Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak telah sepakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan layanan perbankan dalam mendukung pembangunan desa secara terintegrasi. Fokus utama kami di sini yaitu membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh dan mandiri.,” katanya
Selain itu, kerja sama ini mencakup poin-poin krusial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, yaitu pertukaran data dan informasi, pemanfaatan produk dan jasa perbankan sesuai ketentuan yang berlaku, sosialisasi dan pendampingan tentang produk dan jasa perbankan kepada masyarakat di desa
Kemudian penguatan peran Bank Pembangunan Daerah dalam rangka peningkatan kapasitas untuk kesejahteraan masyarakat desa, serta pemanfaatan tanggung jawab sosial Bank Pembangunan Daerah untuk mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa
Winardi juga menambahkan dalam implementasinya, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan berperan sebagai fasilitator koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, sementara Bank Jatim menyediakan dukungan layanan keuangan dan penguatan kapasitas masyarakat.
”Ini merupakan salah satu langkah konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi desa dan sekaligus mengajak masyarakat desa lebih melek tentang perbankan dan memberikan akses pembiayaan yang aman,” tegas Winardi.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan, Nugroho Setijo Nagoro, menilai kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Ekonomi desa butuh ekosistem yang kuat. Kehadiran Bank Jatim sangat tepat sasaran karena bank daerah pada hakikatnya adalah milik daerah itu sendiri,” ungkap Nugroho.
Menurutnya pemilihan Bank Jatim sebagai mitra utama karena Bank Jatim memiliki kedekatan psikologis dan nature yang sama dengan masyarakat desa. Sehingga, kontribusinya dalam membangun desa dinilai sangat kontekstual dan tepat sasaran.
Pihak Kemendes PDT berharap Bank Jatim dapat berperan aktif sebagai pendamping masyarakat, dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat desa terkait pengelolaan usaha, akses pembiayaan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu menggerakkan roda ekonominya sendiri.(JM02)















