Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Dikenal luas berkat aksi kemanusiaannya merawat Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kelompok rentan, Ipda Purnomo—atau yang populer disapa Pak Pur “Polisi Baik” resmi melanjutkan jenjang pendidikan S-2 Magister Psikologi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Langkah ini diambil sosok polisi asal Lamongan tersebut guna memperkuat landasan ilmiah dalam memberikan penanganan psikologis yang lebih profesional.
Saat ini, rutinitas akademiknya di Unesa berjalan beriringan dengan tugasnya di kepolisian serta tanggung jawab mengelola Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan. Yayasan tersebut menjadi tempat bernaung bagi ratusan ODGJ, lansia terlantar, anak jalanan, hingga penyintas penyalahgunaan narkoba.
Di sela aktivitas kuliahnya pada Senin (21/9/2026), Pak Pur membeberkan alasan mendasar di balik keputusannya kembali duduk di bangku kuliah. Selain memegang prinsip bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban yang tidak mengenal batas usia, dorongan tersebut juga lahir dari realitas lapangan yang dihadapinya sehari-hari.
Selama hampir satu dekade mengabdi, Pak Pur telah merawat hampir 500 ODGJ. Namun, sebagian besar metode pendekatan yang ia terapkan selama ini masih mengandalkan pengalaman intuitif dan belajar secara otodidak.
“Manusia itu wajib menuntut ilmu sampai kapan pun. Setiap hari saya bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan tempat curhat dan konseling. Selama ini saya mendapatkan ilmu secara otodidak, sehingga saya merasa harus memiliki dasar ilmu Psikologi yang kuat dan teruji,” ungkap pria yang juga aktif mengedukasi publik lewat kanal YouTube beranggotakan 2,7 juta subscriber tersebut.
Ia menjelaskan bahwa yayasan yang dikelolanya memiliki empat klaster layanan utama, yakni klaster ODGJ, lansia, anak terlantar, serta rehabilitasi narkoba. Seluruh klaster ini memerlukan pola penanganan yang semakin terstruktur dan berbasis keilmuan psikologi modern.
“Harapan saya, setelah mendapatkan ilmu di sini semakin bermanfaat dampak pengabdian kami bagi masyarakat. Ilmu ini nantinya wajib saya tularkan kepada tim pendamping dan masyarakat,” tegasnya.
Menjalani tiga peran sekaligus sebagai personel kepolisian, pengabdi sosial, dan mahasiswa tentu menuntut manajemen waktu yang ketat. Pak Pur memastikan seluruh aktivitas studinya telah mengantongi izin dari pimpinan serta mengandalkan dukungan penuh dari tim kerja di Yayasannya.
Komitmennya memperluas dampak positif tidak berhenti pada dirinya sendiri. Demi memajukan standar pelayanan sosial di daerahnya, Pak Pur turut mengajak sang istri untuk berkuliah di Unesa, serta berencana mendorong 30 anggota tim yayasannya untuk ikut mendalami ilmu Psikologi.
Bagi Ipda Purnomo, gelar akademik bukanlah tujuan utama. Pendidikan yang ia tempuh merupakan investasi kemanusiaan agar upaya merawat dan memanusiakan sesama dapat dilakukan secara lebih bermakna, terukur, dan bermartabat.(JM02)















