Surabaya, JATIMMEDIA.COM— Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) secara resmi telah mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 pada Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan hasil pengumuman tersebut, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengonfirmasi sebanyak 6.509 peserta berhasil dinyatakan lolos seleksi di kampus yang dikenal dengan julukan “Rumah Para Juara” tersebut.
Tahun ini, antusiasme calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Unesa tetap berada di level tertinggi. Tercatat sebanyak 53.237 peserta bersaing memperebutkan kursi melalui jalur prestasi, namun hanya sekitar 12 persen atau 6.509 peserta yang berhasil diterima.
Sehubungan dengan hal itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang sukses menembus persaingan ketat tersebut. Menurutnya, para peserta yang lolos merupakan individu dengan prestasi akademik maupun non-akademik terbaik yang telah memenuhi kriteria penilaian nasional.
“Angka penerimaan tahun ini relatif stabil dan mengalami sedikit peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berada di angka 6.262 peserta,” jelas Guru Besar Bidang Teknologi Pembelajaran Seni Budaya tersebut.
Selain pengumuman kelulusan umum, Unesa juga menegaskan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan. Dari total mahasiswa yang diterima, sebanyak 1.293 peserta dinyatakan eligible atau lolos skema bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Meskipun demikian, pihak universitas akan tetap menjalankan prosedur pemantauan yang ketat bagi para calon penerima bantuan. Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Dr. Sukarmin, M.Pd., menjelaskan bahwa Unesa akan melakukan verifikasi data ekonomi secara mendalam, baik melalui pemeriksaan dokumen maupun kunjungan lapangan ke kediaman peserta untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.
Di sisi lain, pihak Admisi Unesa mengeluarkan imbauan keras agar seluruh peserta yang dinyatakan lolos segera melakukan verifikasi data akademik dan registrasi ulang sesuai jadwal yang ditetapkan. Hal ini dikarenakan adanya aturan nasional yang sangat ketat mengenai sistem blacklist bagi peserta yang mengabaikan kelulusannya.
Sebagai informasi, peserta yang tidak melakukan registrasi ulang pada jalur SNBP dipastikan tidak dapat mendaftar pada jalur UTBK-SNBT tahun 2026, 2027, dan 2028. Selain itu, mereka juga dilarang mengikuti Seleksi Jalur Mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana pun di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
“Mengingat konsekuensi yang sangat berat ini, kami mengharapkan peserta segera melengkapi seluruh persyaratan registrasi agar hak studinya tidak hangus,” tegas Sukarmin.
Sebagai penutup, bagi peserta yang belum berhasil pada jalur prestasi ini, Unesa mengingatkan bahwa peluang untuk bergabung masih terbuka lebar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Oleh karena itu, para peserta yang gagal di SNBP diimbau untuk segera mempersiapkan diri mengikuti ujian tulis (UTBK), mengingat pendaftaran jalur tes ini akan segera ditutup pada 7 April 2026 pukul 15.00 WIB. “Kami berpesan agar tetap semangat dan segera fokus pada persiapan tes untuk memaksimalkan kesempatan yang tersisa,” pungkas dosen FMIPA tersebut. (JM02)















