
“Kami berharap program ini bisa membantu warga Tenggarejo mengatasi kesulitan air yang dialami sejak bertahun-tahun. Sehingga tidak perlu lagi membeli, menunggu bantuan hingga mengusung dari sumber,” terang Ketua IKA Universitas Airlangga Cabang Tulungagung Dr. Desi Lusiana W, SKM, MKes.
Pengeboran yang dimulai 14 Oktober 2023 di titik yang ditentukan melalui metode geolistrik tidaklah mudah. Kondisi gunung kars (bantuan kapur) membuat mata bor sering bertemu rongga kosong sehingga membuat proses menjadi lambat.
BACA JUGA : Adidas Originals dan KoRn Meluncurkan Koleksi Kolaborasi yang Kedua
“Pernah juga membentur batuan hitam hingga membuat mata bor rompal dan harus diganti,” ungkap M. Fauzi Setiawan, Ketua AMERTA.
Awal tahun lalu, sumber air yang diharapkan diperoleh. Sumber itu berada di kedalaman 86 meter. Tingkat kesulitannya yang tinggi pula hingga membuat biaya pembuatan sumur bor mencapai hampir Rp 200 juta.
“Alhamdulillah, pengeboran yang dilakukan teman-teman dari IKA Universitas Airlangga Cabang Tulungagung telah mendapatkan hasil. Meski belum diresmikan telah digunakan oleh warga,” kata PJ Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno MT, saat meninjau sumur bor, Rabu (15/5) lalu.
Keberadaan sumur bor ini sangat disyukuri warga. Apalagi diresmikan menjelang musim kemarau yang selalu membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami banyak berterima kasih kepada IKA Universitas Airlangga dan para donatur yang telah membantu warga dengan membuatkan sumur bor. Kami membentuk kelompok pengelola yang bertanggung jawab merawat sumur agar makin bermanfaat secara luas,” ungkap Kepala Dusun Tenggar Arif Darmawan.
BACA JUGA : PCU Hadirkan Pameran Ennui, Pesona Seni Grafis Klasik dan Modern
Saat ini, lanjut Arif, warga yang sudah memanfaatkan air dari sumur bor mencapai 120 jiwa. Dan ditargetkan bisa mengalirkannya ke 250 meteran air supaya warga bisa mengakses air bersih langsung dari rumah masing-masing.
Peresmian sumur bor disertai kegiatan penghijauan, gelar bahan pangan murah dan pemeriksaan kesehatan gratis bekerjasama dengan dinas dan lembaga-lembaga terkait. Sebanyak 250 orang mengikuti pemeriksaan gratis dan 150 batang pohon alpukat ditanam. Tampil pula kesenian Reog Kendang dari remaja Tenggarejo. (JM01)














