Presiden Jokowi Kecam pernyataan Presiden Prancis dan Minta Hentikan Kebebasan Berekspresi yang Cederai Nilai dan Simbol Agama

0
208
Presiden Jokowi Kecam pernyataan Presiden Prancis dan Minta Hentikan Kebebasan Berekspresi yang Cederai Nilai dan Simbol Agama
Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo3

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Melalui konferensi pers secara virtual via akun Youtube resmi Sekretariat Presiden pada Sabtu (31/10/2020), Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian kebebasan berekspresi yang mencederai nilai-nilai dan simbol agama.

“Kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama, sama sekali tidak dibenerakan dan harus dihentikan,” tegasnya.

Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Ma’rum Amin dan sejumlah pejabat beserta para pemuka agama dari NU, Muhammadiyah, KWI, PGI, PHDI, Permabudhi dan Matakin ini juga menjelaskan bahwa mereka bersama para menteri baru saja membahas perkembangan sejumlah isu khususnya mengenai persaudaraan antar agama.

Hasil dari pertemuan itu, pemerintah Indonesia menyerukan tiga poin utama, yaitu; pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban Jiwa.

“Indonesia juga mengecam pernyataan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina agama Islam, melukai perasaaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia. Apalagi, di saat dunia membutuhkan persatuan menghadapi pandemi Covid-19,” demikian poin kedua yang disampaikan Jokowi.

Seperti diketahui, Presiden Prancis mengatakan negaranya tidak akan berhenti menerbitkan atau membicarakan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Pernyataan itu dikecam oleh sejumlah petinggi negara.

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa pengkaitan agama dengan tindakan terorisme adalah sebuah kesalahan besar.

“Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun.” Jelas Presiden Jokowi.

Sementara itu, poin ketiga yang diserukan Pemerintah Indonesia adalah mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

Selain itu, Jokowi juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan, kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak dibenarkan dan harus dihentikan. (JM01)