Presiden Jokowi Mengawali Proses Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

0
63
Presiden Jokowi Mengawali Proses Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Presiden Jokowi Mengawali Proses Vaksinasi Covid-19 di Indonesia (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia dengan menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin Covid-19. Prosesi vaksinasi perdana yang digelar di Istana Merdeka ini juga diikuti sejumlah pejabat lain dan perwakilan unsur masyarakat.

Penyuntikan vaksin Sinovac  dilakukan oleh tim dokter kepresidenan, setelah sebelumnya memastikan kondisi kesehatan Presiden Jokowi.

“Tekanan darah saya diukur, 130/67 mmHg. Normal. Lalu saya ditanya: pernah terkonfirmasi positif Covid-19, pernah batuk atau pilek beberapa hari terakhir, pernah mengidap penyakit jantung, atau penyakit lain seperti ginjal? Dan lain-lain. Semua saya jawab tidak,” kata Presiden Jokowi, Rabu (13/1/2021).

Baca juga : Presiden Jokowi akan Suntik Perdana Vaksin Covid-19 Rabu Pagi

Mekanisme vaksinasi sendiri dilakukan dalam empat tahap, yakni pertama klarifikasi data penerima. Kedua, penerima vaksin menjalani pengecekan tekanan darah dan klarifikasi kesehatan. Ketiga, penyuntikan vaksin dilakukan oleh tim dokter kepresidenan. Keempat, penerima vaksin mendapat katu tanda suntik.

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Pada pukul 9.42 wib pagi ini, saya memulai ikhtiar besar sebagai warga negara Indonesia untuk terbebas dari pandemi ini dengan menerima vaksin Covid-19,” terang Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa vaksin Covid-19 inilah yang lama kita tunggu-tunggu dan baru disuntikkan setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan suci dan halal untuk digunakan.

Baca juga : Menolak Disuntik Vaksin Covid-19 Bisa Masuk Penjara dan Denda Rp100 Juta

“Saya berharap vaksinasi Covid-19 yang tahapannya sudah dimulai hari ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, yang juga tokoh Muhammadiyah, menyampaikan bahwa langkah vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk menekan laju penularan Covid-19 dan bertahap menghilangkan pandemi.

“Vaksinasi ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan tubuh bersama. Ini hendaknya bisa kita lakukan minimal 70 persen dari masyarakat Indonesia,” kata Amirsyah.

Baca juga : Ini Kondisi Orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Ia juga menekankan bahwa MUI sendiri telah menyampaikan bahwa vaksin Sinovac yang akan disuntikkan kepada masyarakat terbukti halal dan thoyyib (artinya efektif, aman, sehingga bermanfaat untuk kemaslahatan umat dan bangsa). Hal ini tertuang dalam fatwa MUI nomor 2 tahun 2021.

“Sekali lagi mohon doa, ikhtiar, dan tawakkal kepada Allah semoga kita bisa segera terbabas dari pandemi Covid,” ungkap Amirsyah. (JM01)