Home Umum Program Aram Bekelala Tenun Iban Diyakini Jadi Masa Depan Penenun Kapuas Hulu

Program Aram Bekelala Tenun Iban Diyakini Jadi Masa Depan Penenun Kapuas Hulu

0
31
Program Aram Bekelala Tenun Iban Diyakini Jadi Masa Depan Penenun Kapuas Hulu
Program Aram Bekelala Tenun Iban Diyakini Jadi Masa Depan Penenun Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, JATIMMEDIA.COM – Kain tenun tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga cerminan identitas sebuah komunitas. Keberlanjutan kain tenun Dayak Iban di Kapuas Hulu saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk minimnya regenerasi penenun muda dan kurangnya pengenalan di pasar yang lebih luas.

Menyadari hal ini, Yayasan Kawan Lama bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia meluncurkan program Aram Bekelala Tenun Iban (Mari Berkenalan dengan Tenun Iban), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk melestarikan kain tenun Dayak Iban melalui pemberdayaan perempuan untuk berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal yang berkelanjutan.

Masyarakat Dayak Iban meyakini bahwa keahlian menenun adalah bentuk cinta kasih dari leluhur yang diturunkan melalui mimpi, sehingga setiap hasil tenun mereka menjadi sangat sakral, penuh makna, dan sarat akan filosofi kehidupan. Dengan motif dan pola pada tenun ini yang merefleksikan hubungan yang erat dengan alam serta nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi ke generasi menggunakan keragaman teknik yang digunakan, seperti teknik Sidan yang sederhana hingga teknik kompleks seperti Sungkit, Ikat, Pileh Selam, dan Pileh Anyam, menunjukkan dedikasi dan keahlian luar biasa dari para penenun.

Tasya Widya Krisnadi, Ketua Pengurus Yayasan Kawan Lama menjelaskan, Kapuas Hulu dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan kain tenun tradisional, terutama kain tenun Dayak Iban, yang merupakan salah satu komoditas unggulan yang telah dipetakan oleh Pemerintah Daerah.

Selain memiliki nilai budaya, tenun juga berpotensi menjadi komoditas intermediary yang mendukung kelestarian lingkungan serta meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama dengan menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan.

“Oleh karena itu, program ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberdayakan para penenun perempuan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penenun berikutnya, dengan mengintegrasikan tradisi dalam inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

BACA JUGA  Kapolda Jatim Terima PWI Jatim Award, Buah Kondisifitas Pemilu 2024

Untuk memastikan keberlanjutan kain Tenun Dayak Iban di Kapuas Hulu, program ini dimulai dengan fokus pada pemberdayaan perempuan di empat dusun yaitu Dusun Lauk Rugun, Dusun Pulan, Dusun Mungguk, dan Dusun Sungai Utik. Penenun yang terpilih tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengetahuan yang didapatkan ke komunitas mereka di dusun masing-masing.

BACA JUGA : Dua BUMD Jatim Berubah Jadi Perseroda

Dalam kolaborasinya bersama Cita Tenun Indonesia, program ini berfokus pada pengembangan motif-motif baru yang tetap menghormati identitas budaya lokal, sambil mengeksplorasi warna-warna baru dengan tetap mengutamakan pewarna alam yang ramah lingkungan, melalui pemanfaatan tumbuh-tumbuhan yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal para perajin.

Tak hanya berhenti di situ, Yayasan Kawan Lama juga memperkaya program ini dengan pelatihan literasi keuangan dan strategi pemasaran. Langkah ini bertujuan untuk membekali para penenun dengan keterampilan yang diperlukan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, membuka peluang ekonomi baru,  sekaligus memastikan kelangsungan kain tenun Dayak Iban di Kapuas Hulu dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin modern.

Sebagai bagian dari kerjasama ini, program Aram Bekelala Tenun Iban menciptakan peluang untuk mengembangkan kain tenun Dayak Iban menjadi produk fashion yang mengikuti selera pasar dan tren masa kini. Hasil tenun dari para penenun Dayak Iban akan diproses lebih lanjut oleh tim desain busana dari Cita Tenun Indonesia dengan  mengusung desain yang menghargai kearifan lokal sambil tetap menyelaraskan tren global.

“Kami berharap program Aram Bekelala Tenun Iban ini dapat menjadi katalisator untuk menghidupkan kembali kain tenun tradisional, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi para penenun. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program ini agar manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi mendatang baik dari sisi ekonomi maupun kelestarian lingkungan, sekaligus memperkenalkan keindahan Tenun Iban kepada dunia.” Tutup Tasya.

BACA JUGA  Selandia Baru dan UNICEF Tandatangani Kemitraan Rp 52 miliar untuk Dukung Peluncuran Vaksin COVID-19 di Indonesia

BACA JUGA : Grup Astra Surabaya Lakukan Aksi Peduli dengan Tanam 100 bibit pohon…

Sementara Okke Hatta Rajasa, Ketua Cita Tenun Indonesia menjelaskan, melalui program Aram Bekelala Tenun Iban yang diinisiasi oleh Yayasan Kawan Lama, pihakmua berharap para penenun tidak hanya mempertahankan keahlian menenun tradisional mereka, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar global.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan warisan budaya kita tetap relevan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya. (JM01)