Rayakan Lunar New Year, Sampoerna Academy Gelar Festival Budaya

0
7
Rayakan Lunar New Year, Sampoerna Academy Gelar Festival Budaya
Rayakan Lunar New Year, Sampoerna Academy Gelar Festival Budaya

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sebagai sekolah interkultural, Sampoerna Academy berkomitmen untuk mendorong lahirnya generasi masa depan yang memiliki kompetensi abad 21 dengan menerapkan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics (STEAM).

Sampoerna Academy juga berfokus pada pengembangan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan belajar mengajar non-formal, seperti menggelar perayaan Lunar New Year sebagai upaya mengembangkan kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa.

Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon John Murphy menjelaskan, Sampoerna Academy berfokus pada pendekatan STEAM untuk mengembangkan kompetensi 5C pada murid, yaitu Creativity, Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Character. Selain juga juga menerapkan program trilingual atau tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

“Tentunya, untuk mendapatkan hasil optimal, proses belajar mengajar di sinitidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas, melalui berbagai kegiatan atau program edukatif. Misalnya, setiap tahun kami menggelar perayaan Lunar New Year untuk mengembangkan kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa di kalangan peserta didik,” ungkap John kepada rekan media di Surabaya, Jumat (20/1/2023).

Dalam perayaan Lunar New Year tahun ini, Sampoerna Academy Grand Pakuwon mengangkat tema “China Through The Ages”, di mana anak murid dan orang tua berkesempatan mengenal salah satu peradaban tertua di dunia dari masa ke masa, yang seluruh pertunjukan di festival budaya ini ditampilkan dan dipersembahkan oleh para murid.

BACA JUGA : Sambut Perayaan Imlek Tahun Kelinci, Vasa Hotel Surabaya Suguhkan Yee Shang Ikonik

“Ini merupakan contoh nyata pembelajaran menggunakan STEAM, di mana murid didorong untuk berpikir kritis dan memahami lebih mendalam, serta diberi kesempatan untuk mengeksplorasi seluruh kemampuannya dalam mencari solusi atau cara baru,” tambah John.

Sementara Principal Sampoerna Academy Pakuwon Indah, Adelina Holmes menambahkan, untuk peserta didik usia early learning, tentunya kegiatan yang dilakukan sifatnya lebih menyenangkan, tapi tetap mendidik. Misalnya, membuat tulisan kaligrafi ucapan Lunar New Year, atau melukis dan menghias lentera.

“Ini adalah adopsi konsep pembelajaran “Power of Play” yang menjadi kurikulum IEYC (International Early Years Curriculum) yang kami terapkan di Sampoerna Academy,” jelas Adelina.

Perayaan Lunar New Year juga merupakan upaya Sampoerna Academy menanamkan di peserta didik mengenai tatanan nilai-nilai budaya Asia yang mengedepankan keharmonisan, toleransi, dan saling menghargai.

Harapannya, siswa dapat mengembangkan pola pikir global melalui kurikulum internasional yang dipelajari, sambil tetap menjunjung falsafah luhur Asia, tempat mereka lahir atau tinggal. Tentunya pola pikir ini menjadi buah dari upaya pengembangan kecerdasan budaya yang ditanamkan sejak dini.

BACA JUGA : Dukung Gaya Hidup Sehat, LIGHThouse Kembali Hadirkan LIGHTweight Challenge

John Murphy juga berharap, melalui perayaan Lunar New Year tahun ini, kecerdasan budaya dan kompetensi bahasa para peserta didik menjadi lebih terasah, sehingga pada akhirnya mereka bisa memiliki jiwa kepimpinan inklusif, serta mampu beradaptasi lebih cepat saat menghadapi tantangan global.

“Melalui acara ini, Sampoerna Academy juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Lunar, semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (JM01)