Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah terus mematangkan kesiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045. Tidak hanya fokus pada kualitas asupan nutrisi, aspek perlindungan kesehatan bagi para penggeraknya pun kini menjadi prioritas utama. Melalui BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, sinergi diperkuat untuk memastikan seluruh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pahlawan terdaftar sebagai peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Langkah ini dipandang krusial karena keberhasilan program nasional tersebut sangat bergantung pada kesiapan fisik dan mental para petugas di lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan yayasan pengelola SPPG menjadi kunci untuk memberikan rasa aman bagi para relawan.
Kepala SPPG Kecamatan Jambangan Kota Surabaya, Miftahul Huda, menegaskan bahwa tugas yang diemban timnya bukanlah perkara ringan. Para relawan terlibat langsung dalam rantai produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi makanan agar tetap higienis dan bergizi.
“Petugas SPPG memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Program MBG, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Untuk itu, adanya kerja sama antara yayasan dan BPJS Kesehatan merupakan langkah awal yang baik,” ujar Huda saat seremoni penandatanganan kerja sama di Surabaya, Senin (11/05).
Selain itu, Huda menjelaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak yayasan untuk menyisir data relawan yang belum memiliki proteksi kesehatan. Maka dari itu, mekanisme pendaftaran akan difasilitasi penuh melalui yayasan agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kita tidak pernah tahu kondisi di masa mendatang karena sakit dapat terjadi kapan saja. Melalui JKN aktif dapat menambah rasa aman bagi seluruh relawan agar tidak mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Wajak, Siti Muchoyarotus Saadah, menyambut positif inisiatif ini. Baginya, memberikan perlindungan kesehatan adalah bentuk nyata apresiasi terhadap dedikasi para tenaga pelaksana program.
“Kami berkomitmen untuk memenuhi hak perlindungan jaminan kesehatan bagi para relawan dan tenaga pelaksana program. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja serta menjaga keberlangsungan pelayanan MBG kepada masyarakat,” tutur Siti.
Sementara itu, PPS Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Chohari, memaparkan bahwa integrasi antara Program MBG dan JKN merupakan pengejawantahan dari Misi Asta Cita Presiden. Keduanya merupakan bagian dari “Program Hasil Terbaik Cepat” yang harus berjalan beriringan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan relawan dan tenaga SPPG mendapatkan perlindungan kesehatan melalui Program JKN. Kami juga berupaya agar dengan kepesertaan JKN yang aktif, tidak ada kendala saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan,” jelas Chohari.
Keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang diberikan, tetapi juga oleh kesiapan dan kondisi kesehatan para petugas di lapangan. Chohari juga mengapresiasi keterlibatan yayasan dalam mendukung perluasan cakupan kepesertaan Program JKN. (JM02)















