Suparma Catat Penjualan Bersih Rp 2.211 Miliar

0
7
Suparma Catat Penjualan Bersih Rp 2.211 Miliar
Suparma Catat Penjualan Bersih Rp 2.211 Miliar

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Penjualan bersih PT Suparma Tbk selama periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2021 mengalami peningkatan sebesar 25,1% tahun 2020. Kenaikan penjualan bersih tersebut disebabkan oleh dibandingkan dengan penjualan bersih pada periode yang sama pada kenaikan kuantitas penjualan produk kertas dan harga jual rata-rata produk kertas masing-masing sebesar 6% dan 17,9%.

Pencapaian ini setara dengan 75,6% dari target penjualan bersih Perseroan yang sebesar Rp 2.500 miliar.

Sedangkan untuk pencapaian penjualan bersih selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2021 adalah sebesar Rp 2.211 miliar dimana pencapaian ini setara dengan 88,4% dari target penjualan tahun 2021. Bahkan realisasi penjualan bersih ini sudah melebihi penjualan bersih selama tahun 2020 yang sebesar Rp 2.151 miliar.

Suparma Catat Penjualan Bersih Rp 2.211 Miliar
Suparma Catat Penjualan Bersih Rp 2.211 Miliar

Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk dalam Paparan Publik yang digelar hari ini, Kamis (18/11/2021) mengatakan, kuantitas penjualan kertas Perseroan mengalami peningkatan 6%, setara dengan 73,4% dari target kuantitas penjualan kertas Perseroan dari semula sebesar 140.270 MT menjadi 148.697 MT. Pencapaian ini yang sebesar 202.500 MT.

Baca juga : Suparma Bagikan Dividen Tunai Sebesar 20 Persen dari Laba Bersih

“Sedangkan pencapaian kuantitas penjualan kertas selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2021 adalah sebesar 170.555 MT atau setara dengan 84,2% dari target kuantitas penjualan kertas tahun 2021,” tambahnya.

Sementara hasil produksi kertas Perseroan, lanjut Hendro, juga mengalami kenaikan sebesar 4,4 % dengan 73,8% dari target produksi kertas tahun 2021yang sebesar dari semula sebesar 145.939 MT menjadi 152.404 MT atau setara 206.400 MT, dengan tingkat utilisasi sebesar 82,3%.

“Sedangkan pencapaian produksi kertas selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2021 adalah sebesar 171.203 MT atau setara dengan  82,9% dari target produksi kertas tahun 2021,” lanjut Hendro Luhur.

Tercatat, kemampuan membayar hutang dan beban keuangan perseroan sampai saat ini tetap terjaga, bahkan meningkat. Hal ini bisa dilihat dari: Rasio lancar sebesar 1,9X; Rasio pinjaman terhadap ekuitas membaik, dari semula sebesar 0,47X menjadi 0,39.

Baca juga : Kebijakan PPnBM Dongkrak Penjualan Otomotif Hingga Lebih Dari 60 Persen

Selain itu, Rasio penjualan bersih terhadap pinjaaman juga membaik, dari semula 2,2X menjadi 2,9X. Sedang Rasio EBITDA terhadap beban keuangan membaik ke level 13,4X dari semula 7,4X. (JM01)