
Bahkan, pelanggan yang ingin berbagi kebaikan dapat mendonasikan poin mereka melalui program Mudik Hepi untuk membantu sesama pulang ke kampung halaman. Suryo meyakinkan bahwa apa pun kebutuhan pelanggan selama Ramadan, mulai dari teman sahur hingga momen kemenangan, Telkomsel siap mendampingi di setiap langkahnya.
Selaras dengan kesiapan layanan, tantangan teknis besar juga telah diantisipasi seiring proyeksi lonjakan trafik data yang diperkirakan menyentuh angka 14,98 petabyte, atau meningkat 17,2% dari hari normal.
VP Area Network Operations Jawa Bali Telkomsel, Nugroho Adi Wibowo, menjelaskan bahwa kenaikan jumlah pelanggan tertinggi diprediksi terjadi di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.
“Area ini merupakan sentral arus pulang kampung. Karena itu kami memastikan pengalaman pelanggan tetap optimal ketika memasuki Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali,” tegas Nugroho.
Guna menjaga stabilitas di tengah kepadatan tersebut, Telkomsel mengandalkan kekuatan lebih dari 90.000 BTS, di mana 700 di antaranya telah mendukung teknologi 5G. Menariknya, pemantauan jaringan kini dilakukan melalui teknologi Autonomous Network berbasis AI yang mampu mendeteksi dan menangani gangguan secara otomatis.
“Dengan puluhan ribu BTS yang beroperasi, tidak mungkin semuanya dimonitor secara manual. Karena itu kami menggunakan sistem otonom berbasis AI untuk menjaga stabilitas jaringan,” tambah Nugroho.
Langkah penguatan infrastruktur ini juga diperkuat dengan penyiagaan 18 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) di lokasi-lokasi dengan lonjakan trafik ekstrem, seperti Brebes, Kebumen, Cilacap, Tegal, hingga Magetan. Selain itu, tim teknis telah melaksanakan drive test sepanjang lebih dari 6.000 km di jalur mudik utama guna memastikan kualitas sinyal tetap prima.
Melalui kombinasi teknologi cerdas dan kesiapan fisik di lapangan, Telkomsel optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang stabil, memastikan silaturahmi digital tetap terjaga bagi seluruh pelanggan yang sedang menempuh perjalanan menuju hari kemenangan.(JM02)














