
Mojokerto, JATIMMEDIA.COM – Upaya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam mendorong UMKM lokal naik kelas ke pasar global membuahkan hasil. Melalui program pembinaan, CV Mitraindo Shoes Pratama, UMKM asal Mojokerto, berhasil mengekspor perdana produk alas kaki ke Busan, Korea Selatan. Ekspor perdana ini bernilai USD 37.060, setara dengan sekitar Rp 602 juta.
Acara pelepasan ekspor perdana yang digelar di Desa Ngastemi, Mojokerto, pada Selasa (29/7), menjadi momen simbolis yang disaksikan oleh sejumlah pejabat penting. Hadir dalam acara tersebut antara lain Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Deden Muhammad Fajar Shiddiq, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, serta Vice President International Banking Bank Jatim Hening Triujianti.
Arif Suhirman, Plt. Direktur Utama Bank Jatim menjelaskan, CV Mitraindo Shoes Pratama merupakan UKM Binaan Bank Jatim dari Mojokerto. ”Kegiatan ini menjadi momentum simbolis yang menandai keberangkatan komoditas ekspor dari Jawa Timur ke berbagai negara tujuan. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk menunjukkan komitmen Bank Jatim dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses pasar global serta meningkatkan nilai tambah produk nasional,” tegasnya.
Arif juga berharap sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan mitra internasional dapat menciptakan ekosistem ekspor yang berkelanjutan dan inklusif, “Semoga pelepasan ekspor ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Melalui fasilitasi dan pembinaan nasabah yang berorientasi ekspor, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan brand image Bank Jatim sebagai Bank Devisa yang peduli pada UKM dan Ekspor” ungkapnya
Bupati Mojokerto atau yang biasa disapa dengan Gus Bupati juga menambahkan, ini merupakan langkah awal yang membanggakan dan menjadi bukti bahwa produk-produk lokal dari Kabupaten Mojokerto mampu menembus pasar global dan bersaing secara kualitas. Menurutnya, langkah CV. Mitraindo Shoes Pratama dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) lainnya di Mojokerto. ”Kami berharap ekspor ini akan terus berlanjut dan meningkat, baik dari sisi volumenya, variasi produknya, maupun jangkauan pasarnya,” tambahnya.
Ke depan, Pemkab Mojokerto akan terus memperkuat pelatihan, pendampingan, dan promosi bagi IKM. “Kita sekarang lagi butuh-butuhnya pasar internasional karena dampak dari tarif Trump. Kita harus mencari pasar lain yang lebih masif, sehingga produk ekspor kita juga semakin meningkat dan stabil dan ini juga pasti akan berdampak terhadap perekonomian negara kita,” tegasnya. (JM02)














