Brankas Hadirkan Lisensi Open Source Pertama di Dunia

0
9
Brankas Hadirkan Lisensi Open Source Pertama di Dunia
Brankas Hadirkan Lisensi Open Source Pertama di Dunia

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Brankas, penyedia layanan open finance, secara resmi meluncurkan Brankas Open Core yang merupakan lisensi open source pertama di dunia bagi layanan banking as a service (BaaS) dan open finance.

Melalui Brankas Open Core, Brankas memberikan 8 modul software layanan perbankan ritel berbasis API yang siap diimplementasi dan dimodifikasi oleh para pelaku industri keuangan.

Peluncuran produk ini merupakan strategi Brankas untuk terus memperluas jangkauan implementasi open finance di Indonesia. Selain itu, hadirnya layanan open source ini juga merupakan komitmen Brankas untuk mendukung institusi keuangan dalam menghadirkan layanan keuangan secara lebih inklusif hingga menjangkau kepada kelompok masyarakat underbanked atau unbanked.

Saat ini, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah populasi underbanked dan unbanked tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Google, Temasek, and Bain & Company,  jumlah populasi underbanked dan unbanked di Indonesia mencapai 81% dari total populasi.

BACA JUGA : Java Coffee Culture (JCC) 2022 Sukses Bukukan Penjualan Rp 10 Milyar

Kondisi ini telah membuat peran open finance dalam membantu lembaga keuangan untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah, aman dan terjangkau semakin krusial. Terlebih lisensi open source bagi open finance ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pada layana open finance pada umumnya.

Layanan open source ini memungkinkan para startup, bank digital dan institusi keuangan lainnya untuk mengembangkan produk dan layanan keuangan baru secara cepat dan dengan biaya yang lebih efisien, dengan tetap mempertahankan source code (kode sumber) dalam pemrograman masing-masing.

Selain itu, bagi konsumen, lisensi open source ini akan mendorong hadirnya pilihan layanan yang lebih banyak dalam bertransaksi dengan pengalaman pengguna yang lebih seamless. Hal ini karena penyedia layanan seperti bank hingga fintech memiliki akses yang terbuka untuk menggunakan, memodifikasi, mendistribusikan ulang, hingga berkolaborasi dalam hal produk dan layanan dengan menggunakan Brankas Open Core.

BACA JUGA : Gencarkan Pengenalan Produk, BSI Gelar Life With BSI Expo di Jember

Kenneth Shaw, Co-founder dan CTO Brankas, mengatakan, Open source menjadi salah satu strategi utama Brankas dalam mendorong adopsi open finance di Indonesia. Brankas Open Core, lanjutnya, memungkinkan tim kami untuk membangun dan berkontribusi secara adil, merata, dan terbuka bagi developer independen, lembaga keuangan, dan para mitra.

“Lisensi ini merupakan bentuk investasi kami untuk mendorong tumbuhnya komunitas open source yang lebih besar di Indonesia dan mendorong kemajuan industri keuangan di negara ini,” ujarnya.

Menyadari perlunya kerangka kerja open source yang terkini untuk menyesuaikan teknologi open finance, Brankas mengembangkan Brankas Open Core dengan kerangka-kerangka kerja lisensi open source yang telah ada. Brankas menilai metode pengembangan ini diperlukan untuk melindungi kontribusi komunitas, memastikan akses yang terbuka di antara pelaku industri keuangan, dan memenuhi persyaratan perlindungan dan keamanan data institusi keuangan.

BACA JUGA : Hari Guru Nasional, Gubernur Khofifah Pacu Semangat Guru Telurkan Inovasi

Inspirasi pengembangan Brankas Open Core tercipta ketika Brankas menerima pendanaan dari Monetary Authority of Singapore (Bank Sentral Singapura) pada November 2021 untuk mengembangkan Brankas APIX Open Core, produk berbasis API dalam sistem perbankan. (JM01)