
Memasuki pelatihan ketiga, edukasi bagi pengrajin batik tentang kualitas dari sebuah limbah. Seperti ramah lingkungan bagi APB Jatim se Bakorwil Madiun. Teknisnya, kata Wirasno, ada pelatihan home decoration.
“Dari hasil pembuatan malam yang pertama lalu menggunakan canting cap buatan diterapkan dalam membuat produk taplak dan sarung bantal,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi produksi home decoration di Jatim masih perlu ditingkatkan. Selama ini hanya sarung dan jarik yang di produksi. Sedangkan produk home decoration masih dikuasai pengrajin dari provinsi lain. “Makanya kita dukung pengrajin Jatim untuk tertarik membuat home decoration sekaligus berkompetisi di era pandemi,” pungkas Wirasno.
Baca juga : Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang. Ini Alasannya…
Melalui pelatihan ini, diharapkan bisa menjadi alternatif untuk membuat sesuatu dengan modal yang murah, namun tetap menjual harga yang bagus di pasaran. “Namun, yang paling utama, memperhatikan keramahan lingkungan dalam berproduksi agar tidak sembrono,” tandasnya. (JM01)














