
Kedua, negara anggota perlu mempertimbangkan efisiensi dan resiliensi rantai pasok di antara negara D-8 melalui diversifikasi pasokan dan transformasi digital. Ketiga, negara Developing-8 perlu terus meningkatkan kerja sama untuk mendukung sektor swasta dan memfasilitasi pertumbuhan UMKM serta bisnis rintisan (start-up).
“Adanya ketidakpastian perekonomian global, negara anggota D-8 hendaknya tidak terpengaruh dalam kondisi geopolitik yang terjadi antara negara-negara besar. Negara anggota D8 harus fokus dalam memperkuat kemitraan strategis sehingga dapat memberikan peluang perdagangan dan investasi yang lebih praktis dan konkret,” ujar Jerry.
Baca juga : Pemerintah Ijinkan Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri Secara Berjemaah. Ini…
D-8 adalah organisasi kerja sama pembangunan ekonomi dengan anggota yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. D-8 bertujuan untuk meningkatkan posisi negara anggota dalam ekonomi global, mendiversifikasi dan menciptakan peluang baru dalam hubungan perdagangan, meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat internasional, dan meningkatkan standar hidup. (JM01)














