Jakarta, JATIMMEDIA.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak lagi dipandang sekadar pemenuhan pangan biasa, melainkan sebuah intervensi strategis untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan stabilitas nasional.
Khairul Fahmi, Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), menegaskan bahwa gizi adalah fondasi utama bagi kecerdasan dan produktivitas warga. “Dalam konteks nasional, salah satunya ketahanan pangan, karena negara butuh fondasi warga yang tidak rapuh. Syarat utama untuk menguatkan fondasi ini adalah gizi. Gizi adalah hal utama yang paling awal, paling dasar dari produktivitas, kecerdasan, dan stabilitas sosial,” ujarnya dalam perbincangan di podcast Youtube Menyala Media.
Menurut Khairul, MBG merupakan bentuk kebijakan preventif negara untuk menghindari biaya sosial, ekonomi, dan keamanan yang jauh lebih besar di masa depan. “Kita membayar untuk pencegahan, supaya kita tidak membayar mahal untuk masalah di masa depan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan investasi sosial yang konsisten sejak hari ini. “Ini perlu kita siapkan jauh-jauh hari. Sampai produktif, hingga mereka siap digunakan. Ini MBG bukan program jalan 5 tahun habis itu selesai, namun ini program yang semestinya dijalankan berkelanjutan karena akan terasa manfaatnya dalam jangka panjang,” tuturnya.
Khairul mengingatkan bahwa dalam perspektif pertahanan modern, ketahanan negara tidak hanya diukur dari militer, tetapi juga dari kondisi rakyat dan kemampuan negara. “Banyak negara runtuh karena krisis pangan, gizi, dan sebagainya. Ketika logistinya tidak siap, negara rentan, dan segala hal buruk bisa terjadi. Untuk itu MBG bisa dilihat sebagai rekayasa ketahanan pangan tadi,” tuturnya
Selain memperkuat ketahanan nasional, MBG juga dinilai mampu menciptakan permintaan strategis yang menopang ekosistem ekonomi domestik. Program ini memastikan rantai produksi dan distribusi pangan berjalan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah. “Sekarang produksi UMKM kita terjamin dan terserap,” tuturnya.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek gizi, ekonomi, sosial, hingga keamanan nasional, MBG dipandang sebagai kebijakan lintas sektor yang berperan penting dalam membangun fondasi Indonesia yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan. (JM02)















