Home Ekonomi Bisnis Dukung Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Bank Jatim Resmi Luncurkan JConnect Edu

Dukung Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Bank Jatim Resmi Luncurkan JConnect Edu

0
3
Dukung Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Bank Jatim Resmi Luncurkan JConnect Edu
Dukung Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Bank Jatim Resmi Luncurkan JConnect Edu

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap dunia pendidikan di Jawa Timur, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi meluncurkan layanan terbaru, JConnect Edu.

Peluncuran ini diselenggarakan bertepatan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Bank Jatim terkait penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Acara yang berlangsung di Hotel Platinum Surabaya ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, serta Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, beserta jajaran direksi pada Selasa (21/04).

Winardi menjelaskan bahwa JConnect Edu merupakan aplikasi inovatif yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem pendidikan di Jawa Timur, mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa aplikasi ini bertujuan memfasilitasi transaksi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account maupun QRIS, sekaligus menjadi sarana pengelolaan data keuangan dan administrasi bagi lembaga pendidikan.

”Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan Jawa Timur. Bank Jatim sebagai banknya masyarakat Jawa Timur memiliki tanggung jawab untuk turut serta mendukung ekosistem pendidikan. Karena itulah, hari ini menjadi momentum penting bagi kami meluncurkan layanan JConnect Edu, sebuah platform digital terintegrasi yang kami dedikasikan untuk dunia pendidikan,” terang Winardi.

Tidak hanya berhenti di situ, JConnect Edu juga menawarkan akses komprehensif bagi wali murid. Melalui aplikasi ini, orang tua dapat memantau informasi sekolah dengan mudah, mulai dari pembayaran biaya pendidikan, absensi siswa, jadwal pelajaran, hingga jadwal guru.

Dengan adanya fitur tersebut, Winardi berharap JConnect Edu mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi administrasi pendidikan. ”Jadi sekolah tidak perlu membangun sistem sendiri. Tagihan, absensi, tugas, hingga komunikasi dengan orang tua dapat terintegrasi dalam satu aplikasi. Kemudian bagi wali murid, akan memberikan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran pendidikan dari saluran perbankan,” tegasnya.

BACA JUGA  Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kembali akan Digelar Bank Indonesia Jawa Timur

Di sisi lain, dalam agenda yang sama, Bank Jatim kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di seluruh Jawa Timur. Terkait hal tersebut, Winardi menegaskan komitmen perusahaannya untuk mengawal distribusi dana agar tepat sasaran.

”Sebagaimana dana yang telah disalurkan sebelumnya, kami senantiasa berkomitmen agar dana ini tersalurkan dengan baik. Kami siap mendampingi penyaluran Dana BOS melalui seluruh jaringan kantor Bank Jatim dan mengawal agar memberikan dampak maksimal bagi pendidikan,” paparnya.

Menanggapi inovasi ini, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa JConnect Edu merupakan bagian krusial dari transformasi layanan pendidikan yang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan layanan pendidikan berjalan efektif dan efisien.

”Kami berharap dengan adanya sinergitas ini dapat memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam mengelola anggaran secara real-time, sehingga meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan,” ujar Aries.

Aries menambahkan bahwa kerja sama strategis ini memberikan banyak manfaat, seperti penyaluran BOSP yang lebih terarah, dukungan terhadap sistem pembayaran non-tunai (cashless), serta pengelolaan dana yang lebih modern dan terintegrasi.

”Karena seperti kita ketahui bersama bahwa dengan sistem non-tunai, keamanan dana lebih terjamin, meminimalisir penyalahgunaan anggaran, serta mendukung elektronifikasi transaksi pemerintah,” pungkasnya. (JM02)