Awas ! Virus Nipah Berpotensi Akibatkan Pandemi Jilid 2

0
332
Awas ! Virus Nipah Berpotensi Akibatkan Pandemi Jilid 2
Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK. dosen Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Virus Nipah merupakan virus yang kali pertama ditemukan di Malaysia pada 1999. Bahkan virus ini sempat menyebabkan wabah pada kalangan peternak babi di sana pada tahun yang sama.

Wabah yang terjadi di Malaysia ternyata juga berdampak pada Singapura. Dan penularan virus disebabkan kontak langsung manusia dengan babi sakit atau jaringan yang terkontaminasi.

“Virus Nipah ini berpotensi menjadi pandemi kedua. Karena sifat virus dan cara penularannya mirip dengan SARS-CoV-2,” terang Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK. dosen Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Gejala yang ditimbulkan, lanjutnya, menyerupai influenza seperti badan meriang, demam, hingga otot-otot terasa nyeri. Bahkan World Health Organization (WHO) dalam situsnya menyebutkan bahwa tingkat kematian pada virus ini diperkirakan mencapai 75 persen.

Baca juga : Tidak Semua Sertifikat Harus jadi Sertifikat Elektronik, Ini Penjelasannya

Ada beberapa hal yang mengakibatkan tingkat kematiannya mencapai 75 persen dan potensi menjadi pandemi :

  1. Penanganan yang kurang komperhensif.
  2. Gejala yang tidak umum dan kejadian yang terjadi sangat cepat.
  3. Belum ditemukannya vaksin atau obat untuk virus ini.

“Tidak ada pengobatan pada layanan kesehatan. Sebanyak 75 persen kasus di antaranya terjadi pada staf rumah sakit serta pengunjung.

Baca juga : Gubernur Khofifah Resmikan Trauma Centre dan Intensive Care RSUD. dr. Soedono…

“Pandemi bisa terjadi karena meski diakibatkan oleh kelelawar buah, tapi sudah terjadi penularan dari orang ke orang. Masa inkubasinya juga mirip dengan SARS-CoV-2, yaitu sekitar 5 sampai 14 hari,” tutup Dewan Pakar Satgas Covid-19 IDI Jawa Timur itu. (JM01)