Bank Indonesia Optimis Provinsi Jatim Alami Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat

0
5
Bank Indonesia Optimis Provinsi Jatim Alami Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (3/12/2020)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Bank Indonesia (BI) optimis dengan sinergi kebijakan Pemerintah Provinsi/Daerah dan Lembaga/Otoritas di Jawa Timur, dapat mempercepat pemulihan perekonomian Jawa Timur dan menopang Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menjelaskan, Survei Bank Indonesia mengkonfirmasi bahwa perekonomian Jawa Timur pada triwulan III 2020 mengalami V-Shaped Recovery,” terang Difi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 yang bertema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (3/12/2020).

Survei Kondisi Dunia Usaha (SKDU) dan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilaksanakan BI, lanjut Difi, juga mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha dan penguatan penjualan eceran Jawa Timur pada triwulan Ill 2020

Baca juga : Bank Indonesia Peduli Pengembangan Bisnis Kopi

“Hal ini juga tercermin dari membaiknya kinerja lapangan usaha utama Jawa Timur seperti lndustri Pengolahan, Perdagangan, dan Konstruksi. Selain juga, lapangan usaha Akomodasi & Mamin serta Transportasi yang sebelumnya terkontraksi sangat dalam juga sudah menunjukkan perbaikan/pemulihan,” tambahnya.

Bank Indonesia Optimis Provinsi Jatim Alami Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat
Bank Indonesia Optimis Provinsi Jatim Alami Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat

Optimisme ini juga ditunjukkan sektor Pariwisata  yang juga sudah menunjukkan perbaikan meski masih terkontraksi sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata.

“Oleh karena itu, momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak, baik Pemerintah, Bank Indonesia, maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” lanjut Difi.

Disisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah berhasil menjaga resiliensi dan percepatan pemulihan perekonomian yang diwujudkan dengan percepatan realisasi anggaran hingga triwulan III 2020, baik dari sisi APBN, APBD, maupun Kab/kota.

Baca juga : Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jatim Dukung Pengembangan Bisnis Kopi di Wonosalam…

Realisasi belanja daerah di Provinsi Jawa Timur di Triwulan III 2020, mencapai 65 persen, termasuk yang tertinggi dibandingkan dengan realisasi provinsi lain, yang hanya berada di kisaran 50 persen.

Sementara dari sisi pembiayaan, restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh perbankan telah diberikan kepada 2,4 juta nasabah di Jawa Timur dengan nominal kredit sebesar Rp 106,4 triliun.

“Dari sisi moneter, BI mendukung pemulihan perekonomian daerah dengan mengawal pembukaan sektor prioritas secara aman, mendorong penguatan promosi ekspor/substitusi impor, dan memperluas digitalisasi pembayaran,” tambah Difi.

Seiring bertumbuhnya optimisme dan sinergi yang senantiasa dilakukan oleh seluruh stakeholders, lanjut Difi, pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif, lebih baik dibandingkan tahun 2020.

“Untuk mendukung hal tersebut, BI Jawa Timur ke depan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga kestabilan harga, bekerjasama dengan pemerintah daerah, penguatan TPID, dan perdagangan antar daerah, serta pengembangan klaster komoditas strategis,” terang Difi Ahmad Johansyah.

Difi menambahkan, BI juga terus mendorong ekonomi digital untuk menjadikan Jawa Timur menjadi smart province melalui ercepatan dan perluasan digitalisasi daerah (Elektonifikasi Transaksi Pemerintah/ETP), Perluasan elektronifikasi transaksi pembayaran (ORIS), On-boarding UMKM, serta Digitalisasi UMKM.

Baca juga : Gubernur Khofifah dan Kepala BNPB Tinjau Area Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Lebih lanjut, BI juga akan meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, yaitu Penguatan Ekonomi Syariah (dengan KSBP, Pondok Pesantren, dan OPOP), Riset dan survei dengan berbagai lembaga, Penguatan Rumah Kurasi, serta bersinergi dengan OJK untuk penguatan literasi dan inklusi keuangan.

Difi juga mengaskan, diselenggarakannya PTBI secara rutin setiap akhir tahun ini, guna menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia.

“Ini juga sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia,” jelas Difi.

Bank Indonesia Beri Penghargaan

Dalam kesempatan penyelenggaraan PTBI ini, BI juga memberikan penghargaan (BI Award) tahun 2020 sebanyak 23 penghargaan dalam 11 kategori, di bidang pengelolaan stabilitas moneter dan sistem keuangan, sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah, pengembangan UMKM dan ekonomi keuangan syariah, serta pendukung  kebijakan Bank Indonesia dan kontribusi perorangan.

Penghargaan ini dilakukan secara tahunan, disatukan dengan acara PTBI, sebagai apresiasi dan sekaligus pengakuan nasional kepada para mitra kerja yang telah mendukung pelaksanaan tugas-tugas Bank Indonesia.

Baca juga : Pemprov Jatim Siapkan RS Lapangan Ijen Boelevard untuk Antisipasi Lonjakan Pasien…

Penghargaan ini juga merefleksikan jalinan sinergi antara Bl dan para pelaku ekonomi yang bersama-sama Pemerintah (Pusat dan Daerah), OJK, dan LPS sebagai upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. (JM01)