Bank Indonesia Peduli Pengembangan Bisnis Kopi

0
22
Bank Indonesia Peduli Pengembangan Bisnis Kopi
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, saat acara Media Gathering di Wonosalam Jombang

Jombang, JATIMMEDIA.COM – Bisni kopi merupakan salah satu bisnis yang mampu bertahan disaat pandemi Covid-19. Bahkan boleh dibilang, bisnis kopi memiliki prospek yang sangat luar biasa kedepannya.

Hal ini dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, pada awak media dalam acara pembukaan Media Gathering di Wonosalam, Jumat (27/11/2020) malam.

Difi menilai, bisni kopi bahkan mulai menjadi primadona bukan saja di dalam negeri, melainkan juga di l;uar negeri.

“Bisnis kopi ini sangat propektif, karena minum kopi sekarang ini sudah menjadi lifestyle. Dan ini bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” ujarnya.

Baca juga : Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jatim Dukung Pengembangan Bisnis Kopi di Wonosalam…

Dan salah satu wilayah yang potensi sumber daya alamnya sangat mendukung untuk pengembangan kopi ini adalah di wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

“Wonosalam bukan hanya terkenal dengan duriannya saja, tetapi kopinya juga mulai berkembang dengan baik,” tambah Difi.

Namun demikian, lanjut Difi, untuk kopi Wonosalam ini boleh dibilang masih memerlukan pengelolaan yang optimal guna mendapatkan hasil yang maksimal. Dan untuk itulah, KPw Bank Indonesia Jawa Timur terus memberikan dukungan untuk pengembangan kopi lokal Wonosalam.

“Menciptakan produk kopi dengan kualitas baik yang konsisten disini memang masih terkendala faktor musim. Karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas dan produksinya menjadi lebih baik dan konsisten lagi. Apalagi demandnya sangat besar,” lanjut Difi.

Baca juga : Bank Indonesia Gandeng Polrestabes Surabaya Ungkap Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu 

Difi juga menyampaikan bahwa para produsen kopi juga harus bisa memanfaatkan teknologi digital agar bisa lebih memaksimalkan pemasarannya.

“Kami berharap para petani dan produsen kopi Wonosalam bisa memanfaatkan teknologi digital ini untuk membuat produksi kopinya naik kelas,” ujarnya.

Selain Wonosalam Jombang, Difi juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah memberikan dukungan dan bantuan untuk pengembangan kopi di sejumlah daerah lain, seperti : di Dampit (Malang), Arjuno (Pasuruan), Ijen (Jember), Sendang Wilis (Kediri), Situbondo, dan Banyuwangi.

Difi juga menilai bahwa bisnis kopi itu sungguh menarik dan banyak kreatifitas yang sudah dilakukan oleh para pelaku bisnis kopi. Karena itu Ia berharap terus munculnya kreatifitas dan inovasi dari penggiat kopi. Apalagi bisnis kopi saat ini tidaklah mahal, karena harga peralatan kopi sudah sangat terjangkau karena adanya peralatan pengolahan kopi dari produsen lokal.

Baca juga : Bank Indonesia Gandeng IWAPI Provinsi Jatim Implementasikan QRIS

“Yang pasti, Bank Indonesia Jatim akan terus mendukung dan mensuport para pegiat kopi, baik petani, pengelolanya, hingga penikmat kopinya,” pungkas Difi. (JM01)