Bank Indonesia Gandeng Polrestabes Surabaya Ungkap Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu 

0
10
BI Gandeng Polrestabes Surabaya Ungkap Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu
BI Gandeng Polrestabes Surabaya Ungkap Pembuatan dan Pengedaran Uang Palsu

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen dalam memastikan peredaran uang di masayarakat untuk selalu dapat dikenali keasliannya. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia bekerjasama dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil ungkap pembuatan dan pengedaran uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000 Tahun Emisi 2014 sebanyak 11.155 lembar.

Imam Subarkah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyampaikan, Bank Indonesia mengapresiasi kinerja kepolisian dalam hal ini rupiah atas terungkapnya kasus pembuatan dan pengedaran uang rupiah palsu.

Baca juga : Bank Indonesia Dorong Pengembangan Alternatif Pembiayaan Syariah Bagi UMKM

“Bagaimanapun juga memalsukan uang merupakan sikap yang tidak menghormati symbol negara sebagaimana Undang-Undang RI No.7 tahun 2011 tentang mata uang. Dan BI juga akan mendukung proses hukum kasus tersebut sebagai saksi ahli terkait identifikasi keaslian Rupiah,” terangnya, Kamis (5/11/2020).

Sejalan dengan hal tersebut, AKBP Hartoyo, S.I.K., M.H., Waka Polrestabes Surabaya menyampaikan, pasal yang dipersangkakan kepada setiap orang yang memproduksi, menjual, membeli, mengimpor, mengekspor, menyimpan dan atau mendistribusikan mesin, peralatan atau alat cetak,plat cetak atau alat lain dan atau mendistribusikan bahan baku yang digunakan atau dimaksudkan untuk membuat Rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 37 Jo Pasal 27 UU RI No.7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca juga : Sambut HUT Ke-75 Tahun RI, Bank Indonesia Rilis Uang Pecahan Rp 75.000, Benarkah?

Imam Subarkah juga menyampaikan apresiasi setinggi tingginya, karena dalam kasus ini kepolisian tidak hanya menangkap pengedarnya namun seluruh pihak yang terlibat mulai dari pendanaan, sampai dengan pencetakan. Selain itu, BI juga meyakini bahwa uang rupiah palsu yang dibuat dan diedarkan mampu dikenali melalui cara 3D (dilihat, diraba, diterawang).

“Masyarakat dihimbau untuk terus waspada terkait peredaran uang rupiah palsu dengan terus menerapkan 3D dalam setiap transaksi pembayaran tunai yang dilakukan,” tambah Imam. (JM01)