Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Seiring dengan kondisi pandemi covid-19 yang sudah berangsur membaik setelah lebih dari dua tahun tidak bisa bertemu secara langsung, ternyata merubah habit dan gaya hidup masyarakat.
Selain merubah habit masyarakat, ternyata Covid-19 mampu menjadi akseleran dalam proses digitalisasi yang dirancang oleh pemerintah. Dan perkembangan teknologi dan digitalisasi menjadi hal yang lumrah di masa kini, bukan hanya mempermudah kehidupan masyarakat, tetapi juga merubah tatanan kehidupan masyarakat.
Belakangan ini muncul istilah baru untuk tatanan masyarakat dalam bidang perekonomian, yakni Cashless Society. Dengan adanya Cashless Society akan mengalihkan proses transaksi masyarakat dari yang semula menggunakan uang kartal, beralih menggunakan uang digital dalam transaksi sehari-hari maupun transaksi bisnis.
Minimnya penggunaan uang kartal memberikan efisiensi dan efektivitas yang cukup besar bagi perekonomian di Indonesia.
Sesuai dengan perkembangan digitalisasi di masyarakat yang cukup pesat, Bank Mandiri kini hadir dalam mendukung program cashless society di kantin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Baca juga : BSI Region VIII Surabaya Siap Layani lebih dari 80% Calon Jamaah…
Tri Nugroho, RCEO Region VIII/Jawa 3 Bank Mandiri menyampaikan, Bank Mandiri saat ini siap untuk mendukung universitas-universitas di Jawa Timur menuju ke Cashless Society Ecosystem.
“Hari ini telah diresmikan grand opening kantin pusat ITS sebagai kantin Cashless Society. Dimana sesuai dengan blueprint Bank Indonesia, Cashless Society sudah dicanangkan melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di tahun 2025,” ujarnya di acara grand opening kantin pusat ITS Surabaya, Rabu (8/6/2022).
GNNT, lanjut Tri Nugroho, bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar. GNNT juga diharapkan mampu meminimalisasi kendala dalam pembayaran tunai, seperti uang tidak diterima karena lusuh, sobek, tidak layak edar dan meningkatkan efisiensi saat transaksi di mana masyarakat tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar.
“Disini Bank Mandiri hadir bukan hanya dalam bentuk dukungan pembangunan secara fisik untuk renovasi kantin, sehingga kantin dapat digunakan dengan lebih nyaman oleh civitas akademika ITS, namun juga dukungan berupa sistem transaksi keuangan dari wholesale sampai retailnya,” tambah Tri.
Baca juga : Wagub Emil: Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Ditargetkan Selesai 11 Juni…
Dengan adanya sistem yang telah dibangun ini, proses transaksi di kantin ITS ke depannya tidak perlu menggunakan uang fisik, cukup dengan menggunakan scan barcode yang tersedia di masing-masing tenant.
Halaman selanjutnya: Sementara itu, Theresia Pratiwi Hastari….














