Banyak Acara di HUT Ke-5 GWK, Ini Jelasnya

0
12
Banyak Acara di HUT Ke-5 GWK, Ini Jelasnya
Banyak Acara di HUT Ke-5 GWK, Ini Jelasnya

Ungasan, JATIMMEDIA.COM – Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang dipersembahkan Alam Sutra untuk Indonesia, dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo pada 22 September 2018 silam, kini telah berusia 5 tahun.

Dalam memasuki peringatan ke-5 tahun ini, telah banyak guratan kisah di balik pembangunan patung yang melibatkan sekitar 1.000 orang pekerja, karyawan Alam Sutera Group serta melibatkan para putera daerah dalam karyanya untuk bangsa. Di bawah naungan Alam Sutera Group, GWK Cultural Park bahkan melesat menjadi Destinasi Iconic No.1 di Indonesia dan dikenal masyarakat luas sebagai salah satu venue andalan untuk event-event kelas dunia.

Dimulai dari berbagai festival musik besar dan ternama, penyelenggaraan event tahunan Bali Count Down yang spektakuler, kemudian kunjungan para gadis menawan dan berbakat beauty pageant Miss World. Foto para konstestan berlatar patung garuda dan tangga iconic Lotus Pond menyebar ke seluruh dunia dengan cepatnya.

Kemudian GWK Cultural Park makin diakui karena menjadi salah satu tempat yang dikunjungi dalam acara tahunan IMF-World Bank Annual Meeting 2018. Dan hingga kini, GWK Cultural Park terus diingat sebagai tempat berlangsungnya acara jamuan makan malam para kepala negara G20 dalam Konferensi Tingkat Tinggi – G20 pada 15 November 2022 lalu.

Merayakan Panca Warsa GWK pada tahun ini, GWK Cultural Park mengadakan upacara Pacaruan Panca Rupa di area patung utama Garuda Wisnu Kencana sebagai bentuk syujud syukur kepada Tuhan. Pacaruan yang dilangsungkan menggunakan 5 hewan kurban berupa angsa, bebek bulu sikep, bebek blangkalung, asu bang bungkem, dan kambing.

BACA JUGA : AEON Store Tandai Kehadirannya di Alam Sutera dengan 60 Pohon Pelangi

Berbeda dari sebelumnya, suasana Plaza Wisnu kini terasa lebih hidup. Sumber mata air yang terdapat di ketinggian lebih dari 200 meter dari permukaan laut di Somaka Giri, kini dikemas dalam story telling untuk dibagikan kisahnya kepada para pengunjung.

Pengunjung dapat bersembahyang menurut keyakinannya masing-masing kemudian menerima Tirta Panglukatan (Air Suci Pembersihan) dan gelang tri datu yang diberkati oleh Jro Mangku. Terdapat juga pengenalan seni tulis aksara Bali di atas daun palem yang biasa disebut lontar.

Jajaran direksi PT. Alam Sutera, Tbk. terlihat mengenakan pakaian adat Bali bernuansa putih dan kuning. Lengkap dengan tata rambut dan udeng Bali. Tampilan ini senada dengan nuansa tedung dan umbul- umbul yang menghiasi kawasan Plaza Kura-Kura dan Plaza Wisnu.

BACA JUGA : Ini 4 Langkah Strategis BI Dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Syariah

Plaza Kura-Kura adalah area dimana terdapat relief Awatara, yaitu perwujudan Dewa Wisnu saat turun ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia dari malapetaka. Kabarnya, jika melempar koin dan berdoa dengan tulus iklas di area kolam Dewi Laksmi, permohonan dapat terkabulkan. Dikabarkan tahun 2022 lalu, seorang pengunjung asal Semarang memohon jodoh dengan sungguh khidmat, kemudian berhasil melangsungkan pertunangan dan akan menikah awal tahun 2024 mendatang. (JM01)