Sasar Pemuda Jatim, Kemenko PMK dan UNESA Rintis dan Perkuat Desa Literasi

0
44
Sasar Pemuda Jatim, Kemenko PMK dan UNESA Rintis dan Perkuat Desa Literasi
Sasar Pemuda Jatim, Kemenko PMK dan UNESA Rintis dan Perkuat Desa Literasi

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Kecakapan dan kesadaran literasi digital generasi muda bangsa Indonesia masih menjadi perhatian bersama, untuk itulah, Kemenko PMK bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan serangkaian kegiatan peningkatan kecakapan literasi digital dengan menyasar generasi muda.

Salah satu kegiatan yang mereka lakukan yaitu Kemah Pemuda Literasi Digital di Trawas, pada 22-24 September 2023 lalu. Kegiatan ini melibatkan anak muda lima desa Pancasila rintisan UNESA yaitu Desa Rejuno-Ngawi, Desa Widodaren-Ngawi, Desa Wonocoyo-Trenggalek, Desa Watutulis-Sidoarjo, dan Desa Pesanggrahan-Mojokerto.

“Kegiatan ini lanjutan dari sebelumnya seperti camp literasi digital untuk membekali mahasiswa sebagai calon fasilitator literasi digital ke masyarakat. Nah, kali ini kita bekali pemuda desa sebagai duta literasi digital di desanya masing-masing,” ucap Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, selaku PIC kegiatan di UNESA, Senin (2/10/2023).

Dia menambahkan, dari kegiatan itu, mereka menghasilkan empat modul pilar literasi digital. Ada modul budaya digital, etika digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. Modul tersebut sudah diuji coba pada 100 lebih siswa Labschool UNESA dan telah mendapat masukan dari mitra, dosen, dan ahli di bidang literasi digital.

“Modul ini mulai kami diterapkan ke masyarakat 5 desa Pancasila rintisan UNESA. Kami berencana nantinya modul ini akan kami daftarkan sebagai HKI,” bebernya.

Dia menambahkan, Kemah Pemuda Literasi Digital dihadiri 26 fasilitator dan 36 pemuda dari lima desa pancasila rintisan UNESA; Desa Rejuno Kabupaten Ngawi, Desa Widodaren Kabupaten Ngawi, Desa Wonocoyo Kabupaten Trenggalek, Desa Watu Tulis Kabupaten Sidoarjo, dan Desa Pesanggrahan Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA : Kukuhkan Guru Besar, Rektor UNESA Dorong Profesornya Terjun ke Masyarakat atau…

Bagi Iman, kegiatan ini penting bagi generasi muda. Sebab, kemampuan literasi digital menjadi tendensi maju atau mundurnya suatu bangsa. “UNESA ingin selalu terkoneksi dengan desa. Konsep pembangunan Indonesia maju dimulai dari desa,” ungkapnya.

Mewakili rektor UNESA., Dekan FISH, Bambang Sigit Widodo, menyampaikan, penguatan berbasis desa adalah penyelamat bangsa dari konflik yang mengakar, salah satu bentuknya adalah menjaga local wisdom atau kearifan lokal.

“Kami hanya ingin mewariskan hal-hal yang konstruktif, mempertahankan dan mengembangkan potensi-potensi desa merupakan salah satunya, sehingga Indonesia bisa maju dan kuat,” tandasnya.

Kepala Desa Pesanggrahan, Muhammad Afif, menyampaikan, digitalisasi merupakan salah satu masalah di desanya.

“Saya harap 15 pemuda desa saya khususnya dan semua peserta umumnya dapat mengikuti acara dengan maksimal dan mampu mengaplikasikan ke desanya agar lebih melek digital,” harapnya.

BACA JUGA : Menteri Desa, PDTT Terima Gelar Profesor Kehormatan Pertama dari UNESA

Bastian, staf SDGs desa Watu tulis, Sidoarjo menyampaikan,  kegiatan ini penting dan positif bagi masyarakat desa, mengingat era digital semakin pesat. Dia berharap, kegiatan itu terus berlanjut ke desa-desa lain agar bisa mencegah hoaks dan kejahatan digital lainnya.

“Apalagi ini jelang pemilu yang tentu akan banyak informasi yang perlu dipilah-pilih. Kita tidak akan tahu mana yang keliru dan benar, kalau tidak punya kemampuan literasi yang baik. Karena itu kami sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya. (JM01)